Satu juta orang di Chile berunjuk rasa dengan turun ke jalan untuk menuntut perubahan sosial dan politik di negara itu, Sabtu (27/10/2019). (AP Photo/Rodrigo Abd)
Mereka berunjuk rasa lantaran Pemerintah Chile memutuskan untuk menaikkan tarif transportasi umum khusus pada jam sibuk sebesar US$ 1,17 atau sekitar Rp 16.000. Padahal pada Januari lalu, ongkos transportasi umum setempat sudah dinaikan. (REUTERS/Ivan Alvarado)
Dalam aksinya, para demonstran membawa bendera nasional dan bendera kelompok pribumi sambil menyanyikan lagu perlawanan dari era diktator Augusto Pinochet tahun 1973-1990 lalu. (REUTERS/Henry Romero)
Aksi protes ini tercatat sebagai yang terburuk di negara yang selama ini dipandang sebagai paling stabil di Amerika Latin. (REUTERS/Henry Romero)
Unjuk rasa itu pun menimbulkan korban. Setidaknya ada 18 orang tewas, termasuk balita berumur empat tahun (REUTERS/Jose Luis Saavedra)
Sebagian besar korban meninggal akibat terjebak saat menjarah toko yang kemudian dibakar. (REUTERS/Rodrigo Garrido)
Kerumunan orang yang ikut aksi massal tersebut terdiri atas latar belakang beragam mulai dari mahasiswa, pekerja hingga para orang tua dan anak-anak mereka. (AP Photo/Matias Delacroix)
Unjuk rasa yang awalnya memprotes kenaikan tarif layanan kereta bawah tanah sebesar 4 persen ini meluas menjadi aksi memprotes ketidaksetaraan sosial-ekonomi di negara tersebut. (AP Photo/Rodrigo Abd)
Presiden Chili Sebastian Pinera menetapkan status darurat nasional dan memberlakukan jam malam sejak akhir pekan lalu di Santiago. Pemerintah Chile telah mengerahkan setidaknya 20.000 polisi dan tentara untuk meredam kerusuhan, termasuk menggunakan gas air mata dan meriam air ke arah demonstran. (AP Photo/Esteban Felix)
Peristiwa ini merupakan kejadian yang pertama kali terjadi, setelah pemerintah Chile menerapkan asas demokrasi pada 1990. (REUTERS/Juan Gonzalez)