Pulau Ngenang adalah bagian dari Kota Batam. Namun jauh dari hiruk-pikuk Batam, Pulau Ngenang menawarkan kesenyapan dan keasrian alam. (Dok PLN)
PT PLN membangun Gardu Induk di pulau yang hanya memiliki 160 pelanggan listrik tersebut. Meski secara keekonomian ora mashook, tetapi ini adalah wujud nyata dari misi pemerataan dan kedaulatan energi di seluruh wilayah Indonesia. (Dok PLN)
Pulau Ngenang masuk dalam wilayah Kota Batam. Mayoritas penduduknya bermata pencarian sebagai nelayan. (Dok PLN)
Tidak ada mobil di Pulau Ngenang, karena memang tidak ada jalannya. Hanya ada jalan beton selebar kira-kira 2 meter sehingga sepeda motor adalah transportasi utama. (Dok PLN)
PLN membangun Gardu Induk yang mulai beroperasi pada Februari 2016. Jumlah pelanggan listrik di Pulau Ngenang hanya sekitar 160 penduduk. (Dok PLN)
Dengan pelanggan yang hanya 160, VP Public Relations PT PLN Dwi Suryo Abdullah menghitung pendapatan korporasi 'hanya' sekitar Rp 24 juta/bulan. Namun itu tidak menghentikan PLN untuk membangun Gardu Induk di Pulau Ngenang. Sebab, misi PLN adalah pemerataan dan kedaulatan energi di seluruh wilayah NKRI. (Dok PLN)