Utang BUMN Menggunung, Ini Respons Erick Thohir

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 October 2019 19:56
Utang BUMN Menggunung, Ini Respons Erick Thohir
Jakarta, CNBC Indonesia - Utang perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam enam tahun terakhir melesat dengan total nilai pada semester I-2019 mencapai Rp 3.776,2 triliun dari sebelumnya Rp 2.180,1 triliun di akhir 2014.

Hal ini sempat menjadi sorotan oleh lembaga pemeringkat global, Moody's Investor Service (Moody's). Dalam riset terbarunya menulis bahwa negara berkembang terutama di kawasan Asia Pasifik menghadapi ancaman besar terkait tingginya total utang yang dibukukan oleh BUMN.


Menanggapi hal tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa utang yang dilakukan oleh perusahaan BUMN tak sepenuhnya negatif. Utang tersebut dinilai baik jika digunakan untuk tujuan memperkuat keuangan.




"Saya rasa gini lho, kita jangan terjebak juga utang itu salah. Tetapi kalau utang itu bermanfaat dan bisa menjadikan sebuah cash flow atau sebuah pendapatan yang baik saya rasa tidak ada salah," kata Erick usai serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Rabu (23/10/2019).

Menurut dia, utang tersebut dinilai sangat baik jika bisa dikelola untuk menghasilkan pendapatan yang nantinya akan juga akan digunakan untuk kembali membayarkan utang.

Dia mencontohkan, seorang driver yang membeli motor dengan menggunakan jasa leasing. Kemudian motor tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan. Pada akhirnya pendapatan ini akan digunakan driver tersebut untuk membayarkan biaya pembelian motor kepada perusahaan leasing.


"Yang bahaya kalau udah ngutang, dikorupsi. Nah, itu yang kita harus tuntaskan dan harus ditindaklanjuti," tegasnya. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading