Warga melintas di kawasan Senayan di saat suhu panas dan terik dirasakan di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir, Selasa (22/10/2019). Suhu panas itu disebabkan posisi matahari ditambah minimnya awan yang menghalangi sinar matahari. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Menurut BMKG, suhu panas yang terjadi di pulau Jawa hingga Nusa Tenggara dan sekitarnya berasal dari gerak semu matahari yang dominan terjadi di selatan Khatulistiwa sehingga menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi lebih banyak. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
"Hal ini erat kaitannya dengan gerak semu Matahari. Seperti yang kita ketahui pada bulan September, Matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan Bumi selatan hingga bulan Desember.," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo, dalam keterangannya, Selasa (22/10/2019).(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Dia menyebut kondisi ini merupakan siklus yang berulang setiap tahun. BMKG memprediksi cuaca terik di wilayah Indonesia akan berlangsung selama sepekan ke depan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Sulawesi hingga Kalimantan. Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang bisa menimbulkan kebakaran. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)