Internasional

Bank Ini Stop Penerimaan Karyawan Baru, 13 Bank Lain PHK

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
13 October 2019 08:20
Bank Ini Stop Penerimaan Karyawan Baru, 13 Bank Lain PHK Foto: Gedung Danske Bank di Kopenhagen, Denmark. REUTERS / Jacob Gronholt-Pedersen
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank terbesar di Denmark Danske Bank telah mulai berhenti merekrut karyawan demi menekan pengeluaran. Lingkungan bisnis yang sulit juga turut menjadi penyebabnya.

Menurut Reuters, Danske Bank telah ditimpa masalah pencucian uang dalam jumlah besar. Tahun lalu bank mengatakan telah menyalurkan 200 miliar euro (US$ 220 miliar) pembayaran melalui cabang Estonia antara 2007 hingga 2015, yang banyak di antaranya disebut bank sebagai transaksi yang mencurigakan.


Sebelumnya pada bulan Februari, bank mengatakan akan menghabiskan hingga 2 miliar crown Denmark (US$ 295 juta) untuk meningkatkan upaya anti pencucian uang, seperti meningkatkan sistem TI dan mempekerjakan staf kepatuhan.

"Penghentian perekrutan terjadi setelah kami melihat adanya kenaikan biaya kepatuhan dan biaya terkait upaya anti pencucian uang kami," kata seorang juru bicara.

"Ini adalah bagian dari fokus berkelanjutan kami pada biaya, karena kami, seperti semua bank lain, ditantang oleh suku bunga dan margin yang rendah," katanya.

Pembekuan perekrutan tidak akan mencakup posisi penting seperti pekerjaan pengawasan. Dia tidak mengatakan berapa lama penghentian perekrutan akan berlangsung atau berapa banyak orang yang akan terpengaruh.

Sementara itu, situasi bank-bank di duni memang sedang sulit, Beberapa bank besar lainnya di dunia juga banyak yang melakukan efisiensi demi dapat terus mempertahankan bisnisnya.

Menurut hasil pemantauan CNBC Indonesia, sepanjang 2019 ini setidaknya ada 13 bank besar yang mengumumkan akan memangkas jumlah karyawannya. Alasan yang mendasari langkah efisiensi tersebut di antaranya adalah perlambatan ekonomi dunia dan juga meningkatnya risiko politik di Eropa.


Pada tahun 2017-2018 Ekonomi dunia tumbuh melambat sebesar 0,126 persentase poin. Sementara ekonomi Eropa tumbuh melambat lebih dalam sebesar 0,49 persentase poin.

Selain itu, risiko politik yang dialami negara-negara seperti Austria, Yunani, Itali, Inggris hingga Spanyol, serta ketidakjelasan proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit juga semakin memperkeruh suasana. Inggris diperkirakan akan keluar tanpa kesepakatn (no-deal Brexit) pada 31 Oktober nanti.

Lebih lanjut, menurut penelitian Tim Riset CNBC Indonesia, bank-bank Eropa memang sedang mengalami masalah penurunan pendapatan dan membengkaknya biaya yang menekan laba bank.

Ketika laba bank tertekan, tentu akan berpengaruh terhadap rasio lain yaitu rasio balik modal alias Retur non Equity (ROE). Hingga Oktober lalu, dari 50 bank kenamaan Eropa hampir separuhnya memiliki ROE yang lebih rendah dari rata-rata industri.

Berikut adalah ke-13 bank yang melakukan pengurangan jumlah karyawan di tahun 2019 ini:


1. Deutsche Bank = 18.000 pegawai
2. HSBC = 10.000 pegawai
3. Santander = 5.433 pegawai
4. Commerzbank = 4.300 pegawai
5. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc = 4.300 pegawai
6. Barclays = 3.000 pegawai
7. Alfa-Bank JSC = 3.000 pegawai
8. KBC = 2.150 pegawai
9. SocGen = 2.130 pegawai
10. Caixabank = 2.023 pegawai
11. National Bank of Greece = 1.700 pegawai
12. Nomura Bank = 350 pegawai
13. Citigroup = 100 pegawai

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading