Pengunjuk rasa berpakaian serba hitam dan memakai topeng. Mereka membawa payung sebagai alat perlindungan diri dari meriam air polisi Sabtu (28/9/2019). (REUTERS/Susana Vera)
Demonstrasi yang dilakukan massa pro demokrasi di Hong Kong kembali rusuh. (REUTERS/Tyrone Siu)
Polisi bahkan menembakkan gas air mata dan air guna membubarkan demo anti pemerintah, yang terus melempar batu ke jendela kantor pemerintahan dan memblokade jalan utama dekat markas besar Tentara pembebasan Rakyat China (PLA). (REUTERS/Tyrone Siu)
Pemandangan yang berbeda juga terlihat demonstran berlari menginjak Presiden Cina Xi Jinping di sebuah stasiun metro di distrik Admiralty. (REUTERS/Susana Vera)
Tiap akhir pekan pengunjuk rasa yang marah kepada aparat, membakar benda di jalanan. Pekan lalu, mereka menginjak dan membakar bendera China, lalu membuangnya ke sungai. Para pendemo merencanakan akan terus melakukan demonstrasi menjelang ulang tahun China ke-70, Selasa 1 Oktober. (REUTERS/Tyrone Siu)
Unjuk rasa yang dilakukan kemarin juga dilakukan sebagai tanda ulang tahun Umbrella Movement ke-5. (REUTERS/Tyrone Siu)
Gerakan ini menjadi simbol perlawanan massa pro demokrasi Hong kong, dimulai sejak 2014 lalu. (REUTERS/Tyrone Siu)