Apa yang Membuat Mahasiswa Ogah Temui Jokowi di Istana?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
27 September 2019 11:17
Apa yang Membuat Mahasiswa Ogah Temui Jokowi di Istana?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menolak mentah-mentah ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bertemu pada hari ini, Jumat (27/9/2019).

Jokowi memang secara terang-terangan mengaku akan bertemu dengan mahasiswa pada hari ini. Pernyataan kepala negara itu keluar usai bertemu dengan puluhan tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta.

"Besok kami akan bertemu dengan mahasiswa, terutama yang dari BEM [Badan Eksekutif Mahasiswa]," tegas Jokowi, kemarin.


Lantas, apa alasan utama mahasiswa 'ogah' banget bertemu Jokowi?

Kalangan mahasiswa menganggap, yang dibutuhkan saat ini bukanlah pertemuan melainkan sikap tegas kepala negara dalam memenuhi tuntutan dan aspirasi kalangan mahasiswa.

"Kami rasa tuntutan yang diajukan telah tersampaikan secara jelas di berbagai aksi dan jalur media. Sehingga sejatinya yang dibutuhkan bukanlah sebuah pertemuan, melainkan tujuan kami adalah sikap tegas bapak Presiden memenuhi tuntutan," tulis keterangan resmi BEM SI.

Mahasiswa menilai bahwa aspirasi yang disuarakan selama ini berasal dari kantung kegelisahan masyarakat akibat kebijakan pemerintah yang disebut tidak sesuai dengan keinginan masyarakat luas.

Suara mahasiswa pun dianggap tidak banyak dipertimbangkan dalam proses pembuatan kebijakan negara. Hal ini mendorong mahasiswa datang kepada pemerintah menuntut ruang partisipasi bagi suara mahasiswa.



BEM SI bahkan menyinggung pertemuan antara mahasiswa dan Jokowi yang pernah dilakukan pada 2015 lalu. Usai pertemuan tersebut, ada sejumlah mahasiswa yang akhirnya terpecah belah.

"Dalam sejarah lima tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, ruang dialog dengan pemerintah sangat terbatas. Aliansi BEM SI pernah diundang ke Istana Negara satu kali pada 2015," tulis BEM SI.

"Akan tetapi, undangan tersebut di ruang tertutup. Hasilnya jelas, gerakan mahasiswa terpecah. Kami belajar dari proses ini, dan tidak ingin menjadi alat permainan pengusaha yang sedang krisis legitimasi publik."

Meski demikian, kalangan mahasiswa tetap membuka ruang sebesar-besarnya untuk bertemu dengan Jokowi dengan beberapa catatan yang harus dipenuhi. Setidaknya, ada dua catatan tersebut.

"Dilaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional. Presiden menyikapi berbagai tuntutan mahasiswa yang tercantum dalam Maklumat Tuntaskan Reformasi secara tegas dan tuntas,"

"Pertemuan tersebut harus menjamin bahwa nantinya akan ada kebijakan yang konkret demi terwujudnya tatanan masyarakat yang lebih baik,"

[Gambas:Video CNBC]




(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading