Cegah Pencucian Uang, Perdagangan Emas Digital Diatur Ketat

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
17 September 2019 19:19
Cegah Pencucian Uang, Perdagangan Emas Digital Diatur Ketat
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menerbitkan peraturan untuk menjamin kepastian hukum dan kepastian berusaha perdagangan fisik Emas digital di bursa Indonesia.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Bappebti Nomor 4 tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital Di Bursa Berjangka.

Kepala Bappebti Tjahya Widayanti menjelaskan, pengaturan perdagangan emas digital dibuat untuk mencegah penggunaan perdagangan fisik emas digital tujuan ilegal, seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme.


"Selain itu, peraturan ini untuk menciptakan sarana berinvestasi yang mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat," kata Kepala Bappebti Tjahya Widayanti dalam keterangan tertulis kepada CNBC Indonesia, Selasa (17/9/2019).

Dasar hukum penerbitan peraturan ini di antaranya UU 32/1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi sebagaimana telah diubah menjadi UU 10/2011 dan Peraturan Menteri Perdagangan 119/2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

Dalam peraturan Bappebti, emas yang diperdagangkan di pasar fisik adalah emas murni dengan kandungan aurum (au) paling rendah 99,9 persen. Selain itu, emas memiliki sertifikat yang mencakup kode seri emas, logo, dan berat. Satuan emas dalam berat, yakni 1 gram, 2 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, dan 1.000 gram.

Emas tersebut dapat disimpan di tempat penyimpanan yang dikelola oleh Pengelola Tempat Penyimpanan emas yang memiliki persyaratan tertentu.

Sementara, ada dua mekanisme untuk transaksi pasar fisik emas digital yang mendapat persetujuan dari Bappebti. Pertama, mekanisme transaksi pasar fisik dengan penyepadanan (matching) transaksi di Bursa Berjangka.

Kedua, mekanisme transaksi pasar fisik dengan penyepadanan (matching) transaksi di perdagangan fisik emas digital yang sarana dan prasarana sistem perdagangannya wajib terhubung langsung dengan Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka.

Adapun syarat untuk menjadi pedagang fisik emas digital, yaitu perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT), memiliki sarana dan prasarana memadai untuk menjalankan kegiatan jual beli komoditas, menjadi anggota bursa berjangka dan lembaga kliring berjangka, memiliki perjanjian kerja sama dan mendapat rekomendasi dari bursa berjangka.

Selain itu, pedagang memiliki rekening terpisah yang khusus dipergunakan untuk memfasilitasi perdagangan fisik emas digital serta melengkapi dokumen yang dipersyaratkan lainnya. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading