Internasional

Skandal CEO Nissan, Naikkan Gaji Lalu Mengundurkan Diri

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
10 September 2019 07:23
CEO Nissan Motor Hiroto Saikawa mengundurkan diri setelah penyelidikan internal berhasil membuktikan bahwa ia telah menerima gaji yang terlalu tinggi.
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Nissan Motor Hiroto Saikawa mengundurkan diri setelah penyelidikan internal berhasil membuktikan bahwa ia telah menerima gaji yang terlalu tinggi.

Ia terbukti memalsukan dokumen untuk menaikkan kompensasi gajinya sekitar US$ 900.000 pada tahun 2013.

Masalah yang menyeret Saikawa ini semakin memperdalam skandal yang menimpa Nissan setelah mantan Ketua perusahaan, Carlos Ghosn, didepak dari perusahaan tahun lalu.



Ia didepak akibat kasus serupa. Namun Ghosn terus membantah tuduhan yang diarahkan terhadapnya.

"Hiroto Saikawa baru-baru ini mengindikasikan kesediaannya untuk mengundurkan diri," kata Nissan dalam siaran persnya, Senin (9/9/19).

"Setelah berdiskusi, dewan memintanya untuk mengundurkan diri sebagai perwakilan eksekutif dan CEO perusahaan, efektif 16 September, dan dia menerimanya."

Selanjutnya untuk sementara Saikawa akan digantikan oleh Chief Operating Officer Yasuhiro Yamauchi, kata Nissan, mengutip CNBC International.


Nissan diperkirakan baru akan mengumumkan pengganti Saikawa pada bulan Oktober.

Dalam konferensi pers di Tokyo, Saikawa yang sudah mengakui menerima kelebihan pembayaran pada pekan lalu. dan mengatakan bahwa ia ingin menyelesaikan masalah perusahaan sebelum mengundurkan diri.

Namun ia meminta maaf karena tidak dapat melakukannya. Dia juga mengatakan akan mengembalikan kompensasi yang tidak seharusnya diterimanya itu.

Pengakuan itu dikeluarkan Saikawa setelah dilakukan penyelidikan selama setahun terhadapnya.

Saikawa diangkat sebagai CEO setelah 40 tahun berkarir di Nissan pada April 2017, setelah menjabat sebagai co-CEO dengan Ghosn mulai November 2016.


Sebelumnya pada April, pemegang saham Nissan sepakat untuk mengeluarkan Ghosn dari susunan dewan perusahaan, setelah ia juga dipecat dari posisi chairman, karena dugaan pelanggaran keuangan.

Pimpinan perusahaan pembuat mobil terbesar kedua Jepang itu dipenjara awal pada November 2018.

Saat itu Ghosn menghadapi tiga dakwaan terpisah. Dua dakwaan berkaitan dengan dugaan menyembunyikan sekitar US$ 80 juta (Rp 1,1 triliun) pendapatan dari dokumen resmi kepada pemegang saham.

Tuduhan ketiga yaitu, ia berusaha untuk mentransfer kerugian pribadinya kepada Nissan dan membayar kontak Saudi yang memberikan jaminan padanya menggunakan dana perusahaan.

[Gambas:Video CNBC]


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading