Banyak penumpang mengeluh karena harus menunggu berjam-jam di cuaca yang panas dan lembab.
Ribuan warga menunggu kereta yang akan membawanya pulang ke kampung halaman di Stasiun Kereta Api Dhaka, Bangladesh (10/9/2019). (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Demi pulang ke kampung halaman para warga tersebut rela menunggu karena semua kereta api yang meninggalkan Dhaka ke berbagai bagian negara tersebut terlambat setidaknya satu jam hingga melebihi 13 jam. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Kejadian ini mengakibatkan penumpukan penumpang sehingga mereka rela menaiki atap kereta demi untuk merayakan Idul Adha di kampung halamanya. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Saat kereta tiba di Stasiun ribuan warga yang telah menunggu berjam-jam langsung menyerbu kereta hingga memanjat atap gerbong. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Petugas otoritas setempat mengatakan terlambatnya jadwal kereta dikarenakan lambatnya pergerakan kereta di Jembatan Serbaguna Bangabandhu di Sirajganj. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Banyak penumpang mengeluh karena harus menunggu berjam-jam di cuaca yang panas dan lembab. Beberapa juga mengatakan mereka menghadapi masalah besar dalam membeli tiket online. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Dengan populasi muslim sekitar 146 juta jiwa, tradisi mudik menjadi salah satu bagian penting dalam budaya masyarakat Bangladesh. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Menyikapi masalah ini, Sekretaris Kementerian Perkeretaapian Mofazzal Hossain mengatakan para penumpang dapat mengembalikan tiket mereka yang dijadwalkan pada hari Minggu, dan mengambil kembali uang mereka. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)