Pertamina Cilacap Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan

News - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
26 June 2019 16:19
CSR Pertamina yang mendukung program pemerintah dalam rangka menjaga Ketahanan Pangan Nasional, kembali memberikan bantuan.
Cilacap, CNBC Indonesia - Pada ekosistem sawah terdapat banyak sekali rantai makanan. Padi adalah produsen terbesar di ekosistem ini. Sedangkan rantai makanan adalah interaksi makan dan dimakan dengan urutan dan tingkatan tertentu.

Misalnya, jika ular atau burung sebagai pemangsa tikus diburu maka lama kelamaan akan hilang, populasi tikus akan naik dan kuantitas bahkan kualitas padi akan menurun. Salah satu contoh terganggunya ekosistem ini adalah karena kurangnya pemahaman akan rantai makanan yang seringkali bisa memengaruhi rantai makanan di sekitar kita.

Pada Selasa (25/6/2019), CSR Pertamina yang mendukung program pemerintah dalam rangka menjaga Ketahanan Pangan Nasional, kembali memberikan bantuan berupa "Pelatihan Inovasi Sistem Pertanian Terpadu" yang berlangsung di Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Acara diikuti oleh kelompok Rukun Tani Maju.


Kegiatan ini merupakan salah satu program CSR bidang pemberdayaan masyarakat berkelanjutan dua tahun berturut- turut. Bantuan yang diberikan berupa kegiatan studi banding ke Unsoed Purwokerto.

Di sana kelompok tani penerima manfaat melakukan sharing session dengan Prof Suprayogi, ahli pertanian Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. Kemudian diberikan pula bantuan 10 unit Rubuha (Rumah Burung Hantu), peralatan pendukung pertanian dan pelatihan inovasi pertanian terpadu, serta bantuan bibit unggul Inpago Unsoed I.



Ketua kelompok Rukun Tani Maju, Rusmono mengatakan bahwa kelompoknya membutuhkan ilmu untuk memajukan pertanian dan meningkatkan hasil panen mereka. Rusmono juga melaporkan bantuan berupa dana pembuatan Rubuha dari CSR Pertamina sudah diterima dan akan digunakan setelah musim panen selesai. Selanjutnya dia meminta pendampingan kepada petugas dari Pusat Pengembangan Latihan Pertanian/ PLPP, Dinas Pertanian, Kabupaten Cilacap.

Sementara Kepala Desa Menganti, Tumirah berpesan kepada warganya agar bantuan yang sudah diberikan Pertamina dimanfaatkan semaksimal mungkin, dan benar-benar diterapkan dalam bertani. Sehingga tujuan dapat tercapai, dan hasil panen melimpah seperti yang diharapkan.

Mewakili Unit Manager Communication Relation & CSR RU IV, Tengku Muhammad Rum mengatakan bahwa alam semakin lama semakin tua dan tidak mampu lagi mendukung kebutuhan manusia. Pemakaian bahan kimia untuk pupuk di dunia pertanian juga sudah merajalela.

"Maka melalui inovasi pertanian ini marilah kita kembali ke alam. Apa yang sudah disediakan alam mari kita manfaatkan. Pertamina sebagai penggerak saja, . Hasilnya tergantung bapak ibu. Kalau bapak ibu mau kembali ke alam, back to nature ya silakan dipelajari dan diterapkan apa yang nanti akan diberikan oleh narasumber dari Dinas Pertanian," ujarnya.

Selama sehari kelompok ini mengikuti workshop dengan menyimak presentasi yang disampaikan oleh Ruswanto & Ratin dari Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, dengan materi pokok, yaitu teknik pertanian yang benar dan teknik pemberantasan hama ramah lingkungan.
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading