Warga menyejukkan diri di air mancur di pusat kota Roma, Italia, ketika gelombang panas menghantam negara itu, Selasa (25/6/2019). Gelombang panas kembali terjadi di Eropa pada pekan ini. Menurut perkiraan, suhu udara akan mencapai 38 derajat pada Rabu dan Kamis ini. (REUTERS/Yara Nardi)
Gelombang panas akan menyebar ke Spanyol, Jerman, Swiss, Italia, Belgia, Prancis, dan Republik Ceko. Accuweather memperkirakan kondisi itu akan bertahan hingga awal Juli. Menurut Badan Meteorologi Prancis, Meteo France, gelombang panas akan dimulai pada Minggu dengan suhu berkisar 35 sampai 40 derajat Celcius. (REUTERS/Charles Platiau)
Gelombang panas ini disebabkan oleh badai yang melanda Samudra Atlantik dan tekanan tinggi di Eropa tengah dan timur, menyebabkan udara panas tersedot dari gurun Sahara, menurut situs cuaca AccuWeather. Tingkat kelembaban yang relatif tinggi akan membuat suhu udara terasa seperti 47 derajat. (REUTERS/Charles Platiau)
Walikota Paris Anne Hidalgo mengatakan kepada Journal du Dimanche bahwa sebanyak delapan kolam renang akan tetap buka setelah pukul 22:00 selama gelombang panas ini. Warga juga diizinkan untuk mandi di cekungan kanal La Villette dan tiga kolam di ibu kota. (Nikolai Linares/Ritzau Scanpix/via REUTERS)
Tidak hanya itu, air minum juga akan dibagikan kepada para tunawisma dan sekolah-sekolah. Warga Eropa juga telah didesak untuk selalu membawa air dan memakai krim pelindung dari sengatan matahari. (REUTERS/Regis Duvignau)
Gelombang panas juga menyebabkan risiko kebakaran hutan yang lebih tinggi. Cuaca hangat dan kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan di Jerman dan DWD melaporkan tingkat bahaya kebakaran hutan tertinggi ada di beberapa negara bagian. (REUTERS/Axel Schmidt)
Pada Selasa malam, kebakaran hutan meluas hingga lebih dari 100 hektar di Lieberoser Heide, bekas daerah pelatihan militer 90 km tenggara Berlin, Jerman, menurut juru bicara kepolisian. Polisi Federal Jerman terus mendukung pekerjaan pemadaman di bekas area pelatihan militer dengan dua helikopter. (Bundespolizei/Handout via REUTERS)