REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda,
CNBC Indonesia
20 June 2019 11:36
Perubahan iklim telah merusak habitat es beruang kutub dan memaksa mereka untuk mencari makanan hingga ke darat.
Seekor beruang kutub yang kelaparan telah tersesat ratusan kilometer dari habitat alami Kutub Utara dan berkeliaran dan kelelahan di kota industri utama Rusia Norilsk di Siberia utara. (REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda)
Beruang betina, yang tampak lemah dan sakit, berbaring di tanah selama berjam-jam pada hari Selasa (18/6/2019) di pinggiran kota Norilsk. Dengan kakinya berlepotan lumpur, ia mengendus-endus mencari makanan. (REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda)
Ini adalah beruang kutub pertama yang terlihat di kota itu dalam lebih dari 40 tahun, menurut ahli lingkungan setempat. (REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda)
Perubahan iklim telah merusak habitat es beruang kutub dan memaksa mereka untuk lebih banyak mencari makanan di darat. Hal ini membuat mereka berkontak dengan manusia dan daerah pemukiman. (REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda)
Situasi darurat ditetapkan di sebuah wilayah terpencil di Rusia bagian utara pada awal tahun ini, ketika belasan beruang kutub yang kelaparan terpantau mengais makanan dan masuk ke wilayah gedung-gedung serta rumah-rumah warga. (REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda)
Meski dicegah polisi untuk mendekat, warga setempat berusaha mengambil foto beruang kutub yang tersesat itu. (REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda)
Beruang kutub yang terlihat kelapran ini sampai mengais sampah untuk mencari makanan. (REUTERS/Irina Yarinskaya/Zapolyarnaya Pravda)