Maskapai Asing Masuk RI, Harga Tiket Pesawat Bisa Murah?

News - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
03 June 2019 15:52
Tiket pesawat rute domestik di Indonesia memang sudah cukup lama menjadi polemik.
Jakarta, CNBC Indonesia - Tiket pesawat rute domestik di Indonesia memang sudah cukup lama menjadi polemik. Menariknya, kali ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga ikut memberi saran untuk menyelesaikan masalah ini.

Berdasarkan keterangan dari Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi Jokowi menyarankan untuk mengundang maskapai asing untuk beroperasi di Indonesia.

"Beberapa hari lalu pak presiden beri saran bahwa berilah kemungkinan satu kompetisi yang lebih baik, kompetisi bisa terjadi apabila penerbangan asing ikut dalam ini," kata Menhub, mengutip detikcom, Senin (3/6/2019).


Tampaknya saran Presiden didasari oleh iklim penerbangan di Indonesia yang terlihat kurang kompetitif.

Bagaimana tidak, untuk rute-rute domestik, saat ini penerbangan hanya dikuasai oleh dua grup maskapai, yaitu Garuda Indonesia Group, dan Lion Group.

Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, dan Nam Air merupakan sederet maskapai yang operasionalnya terkait dengan Garuda Indonesia Group.

Sebagai latar belakang, sejak November 2018 silam, Garuda Indonesia Group mengambil alih operasional Sriwijaya Air dan Nam Air dalam Kerja Sama Operasi (KSO) melalui PT Citilink Indonesia. Artinya sejak saat itu Garuda Indonesia Group memiliki andil dalam penentuan kebijakan dan operasional empat maskapai, termasuk penentuan rute dan tarif.

Sementara itu, Lion Air, Batik Air, dan Wings Air berada di bawah naungan Lion Group yang didirikan oleh Rusdi Kirana yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia.



Berdasarkan data yang dihimpun dari flightradar24.com, rata-rata jumlah penerbangan domestik Garuda Indonesia Group dari 10 kota besar di Indonesia mencapai 738/hari.

Penerbangan Garuda Indonesia Group masih didominasi oleh Garuda Indonesia dan Citilink, dengan jumlah penerbangan masing-masing 297/hari dan 219/hari. Sriwijaya Air dan NAM Air mengekor dengan jumlah penerbangan masing-masing sebesar 168/hari dan 54/hari.

Beda tipis dengan Garuda, Lion Group memiliki jumlah penerbangan 779/hari yang lebih dari separuhnya dilakukan oleh Lion Air (445/hari). Sedangkan jumlah penerbangan Batik Air dan Wings Air masing-masing sebanyak 229/hari dan 105/hari.

Sebenarnya masih ada AirAsia Indonesia yang juga melayani penerbangan rute domestik. Akan tetapi jumlah penerbangan AirAsia Indonesia hanya sebanyak 48/hari, terpaut sangat jauh dengan dua raksasa yang dibahas sebelumnya.



Berdasarkan data-data tersebut, boleh dikatakan saat ini angkutan udara rute domestik di langit nusantara sedang dikuasai oleh dua pemain utama saja. Berbeda dengan dahulu, yang mana ada beberapa maskapai lain seperti Adam Air, Mandala, Air, dan Batavia Air. Sayangnya, maskapai-maskapai tersebut hanya tinggal kenangan saja.

Kondisi ini akan sangat berpotensi membuat terjadinya persaingan tidak sempurna di pasar angkutan udara. Para produsen, dalam hal ini adalah maskapai memiliki kekuatan yang besar untuk mengendalikan harga.

Alhasil, mekanisme pembentukan harga di pasar yang lumrahnya mengikuti hukum penawaran-permintaan jadi tidak lagi berlaku. Terlebih di negara kepulauan seperti Indonesia, dimana kebutuhan angkutan udara memiliki peranan penting.

Maka dari itu, saran dari presiden Jokowi untuk mengundang maskapai asing untuk melayani rute domestik di Indonesia bisa menjadi salah satu solusi. Dengan adanya pemain tambahan, maka maskapai-maskapai akan terdorong untuk memberi harga yang semakin murah karena faktor persaingan. Harapannya, harga yang beredar di pasar akan semakin mendekati harga keseimbangan.

Selain itu, adanya persaingan juga akan mendorong maskapai untuk melakukan efisiensi dan memberikan nilai tambah bagi penumpang. Kalau sudah begitu, yang diuntungkan adalah konsumen. Harga bisa turun, layanan juga berpeluang lebih baik.

Sebagai catatan, data penerbangan yang menjadi tinjauan didapatkan dari flightradar24.com pada hari Senin (3/6/2019) yang merupakan keberangkatan dari kota-kota berikut:
  • Jakarta
  • Surabaya
  • Makassar
  • Denpasar
  • Medan
  • Palembang
  • Balikpapan
  • Jayapura
  • Padang
  • Bandung
TIM RISET CNBC INDONESIA
(taa/taa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading