CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto,
CNBC Indonesia
23 May 2019 18:20
Momen buka bersama para aparat keamanan hingga bentrokan mewarnai aksi demo 22 Mei kemarin, di Kantor Bawaslu, Jakarta.
Sejumlah anggota Brimob yang menjaga aksi demo 22 Mei tampak berbuka puasa bersama di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Meskipun lelah bertugas, mereka tetap menjalankan ibadah puasa. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Momen buka bersama para aparat keamanan hingga bentrokan mewarnai aksi demo 22 Mei kemarin, di Kantor Bawaslu, Jakarta. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Mereka berbuka puasa di jalan yang telah ditutup sambil berbincang dengan sesama, setelah seharian berjaga mengamankan jalannya demo 22 Mei kemarin. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Tak hanya istirahat, momen buka puasa juga dimanfaatkan petugas untuk menyapa keluarga mereka melalui video call, karena sebagian dari anggota Brimob adalah petugas yang dikirimkan dari daerah untuk berjaga di Jakarta. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Usai berbuka puasa, massa dan anggota Brimob bernyanyi. Awalnya pendemo bernyanyi menyatakan "kami akan pulang, kami akan pulang" dan dibalas nyanyian oleh Brimob "terima kasih, terima kasih". (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Mereka bernyanyi dengan semangat dan saling berbalas-balasan mengucapkan terima kasih. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Namun di momen tersebut, ada provokator yang menyulut massa aksi untuk bertindak anarkis. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Tiba-tiba beberapa pendemo membuat rusuh dengan melempari botol air mineral ke arah aparat keamanan. Bahkan ada yang melempar petasan dan membakar api. (Foto: CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Akhirnya, Kepolisian bersama massa yang anarkis terlibat bentrokan dan mengakibatkan sejumlah korban luka. Sejumlah pendemo pun diamankan oleh petugas. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Petasan dan gas air mata mewarnai aksi anarkis yang berlangsung hingga dini hari kemarin tersebut. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)