Sri Mulyani: RI Jangan Terjebak 'Tua Sebelum Kaya'

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
20 May 2019 - 13:23
Sri Mulyani: RI Jangan Terjebak 'Tua Sebelum Kaya'
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menyampaikan kerangka ekonomi makro serta pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2020 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Menurutnya, perekonomian Indonesia harus tumbuh tinggi dan berkelanjutan dengan ditopang oleh sektor yang bernilai tambah tinggi. Penyediaan infrastruktur dan perbaikan kualitas SDM harus terus ditingkatkan.

Selain itu, agar terlepas dari negara berpenghasilan menengah maka peningkatan kualitas layanan birokrasi juga perlu terus dilakukan agar mampu mengalokasikan sumber-sumber ekonomi dan keuangan secara lebih efisien dan efektif agar mampu memanfaatkan momentum bonus demografi.


"Ini perlu agar kita tidak terjebak dalam kondisi tua sebelum kaya," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/5/2019).




Pemerintah juga menjadikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun 2020 sebagai titik tumpu kebulatan tekad untuk mencapai visi 100 tahun Indonesia merdeka, Visi Indonesia 2045, yaitu menjadi bangsa yang berdaulat, maju, adil, dan makmur.

"Kami menyadari, untuk mencapai visi tersebut bukanlah jalan yang mudah. Dibutuhkan kerja keras dan fondasi yang kokoh yang harus kita siapkan sejak dini," jelasnya.

Namun, upaya untuk memperkokoh fondasi tersebut masih menghadapi tantangan yang berat. Pasalnya, kapasitas perekonomian Indonesia untuk tumbuh tinggi mengalami kendala keterbatasan output potensialnya.

Potensi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi tersebar di seluruh wilayah Indonesia namun infrastruktur pendukung belum terdistribusi secara merata.

Akibatnya, industri manufaktur hanya terkonsentrasi di pulau Jawa sehingga terkendala pertumbuhannya. Indonesia juga menghadapi perubahan demografi, potensi penduduk muda belum optimal dimanfaatkan, baik yang disebabkan oleh kualitas pendidikan atau pun mismatch ketenagakerjaan.

"Pendek kata, jika tidak melakukan upaya-upaya serius, Indonesia menghadapi risiko middle income trap," tegasnya.

Oleh karenanya, Sri Mulyani mengajak seluruh anggota Dewan untuk bekerja keras, bahu membahu, dan mencari solusi terbaik atas tantangan pembangunan yang dihadapi, untuk menjadi bangsa yang berdaulat, maju, adil, dan makmur.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading