Bukit Soeharto vs Gunung Mas, Mana yang Cocok Jadi Ibu Kota?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
10 May 2019 14:40
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meninjau dua lokasi yang digadang-gadang bakal jadi ibu kota baru RI.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meninjau dua lokasi yang digadang-gadang bakal jadi ibu kota baru RI. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, yang ikut dalam rombongan Presiden mengungkapkan plus minus dua lokasi tersebut.



Lokasi pertama, yakni di Kalimantan Timur (Kaltim) tepatnya di kawasan Bukit Soeharto yang berada di antara Balikpapan dan Samarinda. Di lokasi tersebut, Basuki menyebut terdapat laut yang berjarak 15-20 Km dari tepi daratan.


"Kemudian daratan dengan kondisi topografi yang perbukitan," kata Basuki di kantornya, Jumat (10/5/2019).

Adapun prasarana jalan di sekitar Bukit Soeharto menurut Basuki sudah cukup memadai. Terlebih, saat ini sedang dibangun Tol Balikpapan-Samarinda yang merupakan tol pertama di Kalimantan.

"Prasarana jalan sudah ada jalan tol, sehingga kesiapan untuk kehidupan perkotaan positif di situ. Tapi di sana juga lahannya ada batu bara," urainya.

Bukit Soeharto vs Gunung Mas, Mana yang Cocok Jadi Ibu Kota?Foto: Presiden Joko Widodo mengunjungi kawasan Bukit Soeharto di Kalimantan Timur (Biro Pers Sekretariat Presiden)


Sementara itu, lokasi kedua yang sudah ditinjau, yakni di Kalimantan Tengah (Kalteng), tepatnya di kawasan Gunung Mas. Di lokasi tersebut, Basuki menyebut bahwa banyak perhutanan yang masih rindang.

"Hutannya masih asli. Jalan nasionalnya sudah kita bangun, bagus. Tapi dia jauh dari kota, sehingga perlu prasarana dasar yang lebih dari Kaltim," tandasnya.



Hingga saat ini, belum ada keputusan lokasi mana yang bakal ditetapkan sebagai ibu kota baru. Basuki menegaskan masih perlu berbagai pertimbangan sebelum presiden mengambil keputusan.

"Dua-duanya ya ada pertimbangan soal sosial budayanya. Sosial budaya di Kalteng dan Kaltim mungkin beda, nah ini harus dikaji dulu oleh Bappenas. Menerima 1,5 juta orang kan enggak gampang oleh masyarakat setempat. Itu harus dipelajari," pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading