Mau Lebaran Tapi Tiket Pesawat Mahal, Menhub Panggil Maskapai

News - Shalini, CNBC Indonesia
22 April 2019 10:53
Mau Lebaran Tapi Tiket Pesawat Mahal, Menhub Panggil Maskapai
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bakal kembali mengumpulkan maskapai untuk membahas tarif angkutan udara. Demikian disampaikan di sela acara menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapan Angkutan Lebaran Tahun 2019M/1440H di RR Nanggala, Gedung Cipta, Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Menurut Budi Karya, selain moda transportasi darat, transportasi udara masih menjadi primadona selama masa mudik. Hal itu tidak lepas dari kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

"Udara masih akan jadi primadona walaupun mungkin akan bergeser karena tingginya tarif. Maka itu minggu ini akan saya undang maskapai satu-satu untuk bahas bagaimana tarif agar terjangkau," ujar Budi Karya.




Dia ingin, maskapai ikut memperhatikan isu mengenai mahalnya tarif yang masih dikeluhkan masyarakat. Menhub kembali menegaskan bahwa perlu adanya penerapan subclass pada masing-masing penerbangan.

"Moda angkutan udara ini masih ada isu tarif mahal. Oleh karena itu kita imbau maskapai berbicara bagaimana dapat harga pantas untuk golongan tertentu tanpa harus mengorbankan kinerja perusahaan masing-masing," tuturnya.

"Oleh karena itu saya akan undang operator secara maraton untuk mendiskusikan ini," lanjutnya.

Mau Lebaran Tapi Tiket Pesawat Mahal, Menhub Panggil MaskapaiFoto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki


Selain itu, aspek keselamatan masih menjadi perhatian utama. Karena itu, pemeriksaan secara berkala tetap akan dilakukan, ditambah dengan peningkatan intensitas pemeriksaan.

"Selain ramp check, kami juga minta melakukan evaluasi baik test performa random maupun pola kegiatan pilot yang punya kecenderungan tidak baik bisa kita amati," pungkasnya.

Simak video Menteri Perhubungan yang mendukung holding penerbangan di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading