Di Fiji, Pemilih Nyoblos Pemilu 2019 di Tengah Laut

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
15 April 2019 16:49
Di Fiji, Pemilih Nyoblos Pemilu 2019 di Tengah Laut
Jakarta, CNBC Indonesia - Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN) Fiji rela menjemput warga Indonesia yang sedang ada di tengah laut demi membuat mereka dapat memberikan suaranya pada pemilihan umum presiden 2019 ini.

Hal ini lantaran mayoritas WNI yang memiliki hak pilih di Fiji adalah para Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera asing yang beroperasi di Samudera Pasifik.



"Para WNI ini, menyalurkan hak pilihnya dengan dijemput di tengah laut oleh petugas Panitia pemilihan luar Negeri Suva, Kepulauan Fiji."

Demikian disampaikan Duta Besar Republik Indonesia Berkuasa Penuh Republik Kepulauan Fiji dan Kiribati Benyamin Carnadi dalam rilis tertulisnya, di Suva, Senin (15/4/2019).

Ia menjelaskan bahwa pada wilayah akreditasi KBRI Suva, Pemilu 2019 di Fiji diselenggarakan melalui Kotak Suara Keliling (KSK) pada hari Kamis (11/4/2019) dan Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) di Conference Center Studio 6, pada Sabtu (13/4/2019). Satu orang di Tarawa, ibu kota Kiribati, menggunakan hak pilihnya lewat pos.

Di Fiji, Pemilih Nyoblos Pemilu 2019 di Tengah LautFoto: Suasana Pemilu di Fiji, Kamis (11/4/2019). (Foto: Kedubes RI di Fiji)

"Meskipun para WNI memiliki pilihan yang berbeda-beda, namun suasana kekeluargaan dan kebersamaan sebagai perantau di Fiji terasa sangat guyub, proses pencoblosan juga berjalan lancar walaupun di tengah laut," ujar Carnadi.

Sejalan dengannya, Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri Suva, Kepulauan Fiji, Yuyun Komariyah mengatakan WNI di Fiji sangat antusias menjalankan pemilu di tengah laut.

"Walau harus antre cukup panjang, namun WNI dengan berbagai macam latar belakang antusias merayakan pesta demokrasi dan ikut serta mencoblos termasuk WNI yang menjadi ABK, kami jemput ke tengah laut untuk proses pencoblosan. Secara keseluruhan proses pencoblosan oleh WNI di Kepulauan Fiji berjalan aman dan lancar," ungkap Yuyun Komariyah.




Selain WNI yang bekerja sebagai ABK, sebagian WNI lainnya lainnya hanya bisa memberikan suaranya dalam waktu satu jam karena perlu bekerja lagi.

Secara keseluruhan, 355 orang pemilih telah memberikan suaranya, 179 orang memilih dengan metoda KSK, 175 orang memilih di TPSLN dan satu orang memilih melalui pos, menurut laporan KBRI Suva.


Saksikan video mengenai pemilu di luar negeri berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading