Ini Pesan Khusus Sri Mulyani Kepada Presiden Baru Bank Dunia

News - Iswari Anggit Pramesti, CNBC Indonesia
12 April 2019 12:54
Ini Pesan Khusus Sri Mulyani Kepada Presiden Baru Bank Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat menjadi pembicara dalam Joint Seminar Bretton Woods Committee and Center for Global Development, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengirimkan tiga hal penting kepada Presiden Bank Dunia yang baru, David Malpass.

Pertama, Sri Mulyani mengatakan, kondisi Bank Dunia telah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Bahkan perubahan tersebut telah terjadi sejak kepemimpinan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick, pada tahun 2007 sampai 2012.

Perubahan yang dimaksud Sri Mulyani, misalnya saja di tubuh organisasi Bank Dunia, termasuk dalam proses bisnis. Bank Dunia telah melakukan reformasi sehingga lebih gesit dan responsif dalam merespon isu korupsi dan demokratisasi data.


Dengan demikian, sudah seharusnya sebagai Presiden Bank Dunia yang baru, Malpass terus memperbaharui pengetahuannya.

Ini Pesan Khusus Sri Mulyani Kepada Presiden Baru Bank DuniaFoto: Menteri Keuangan (Menkeu) meninjau proyek Moda Raya Terpadu (MRT) dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga Stasiun Lebak Bulus. (Dok. Kemenkeu)


"Beliau telah terlibat dalam kenaikan modal Bank Dunia pada tahun 1980 dan pengetahuannya harus ditingkatkan. Bank Dunia telah banyak berubah dalam proses bisnis dan berbagai hal," ujar Sri Mulyani dalam pers rilis, Jumat (12/4/2019).

Kedua, Sri Mulyani berharap Malpass concern pada isu spesifik, seperti yang selalu dilakukan Presiden Bank Dunia sebelumnya. Sri Mulyani menyakini Malpass yang merupakan ekonom akan memiliki perhatian untuk menyelesaikan isu atau program setiap negara, termasuk negara kecil, negara miskin, negara yang rentan, dan negara kepulauan.

Ia juga menyampaikan pada Malpass, kebijakan yang akan banyak ditunggu ialah terkait penanganan middle income country, khususnya Tiongkok.

"Yang harus dilakukan adalah memastikan bagaimana operasi Bank Dunia ke sebuah negara atau bagaimana janji Bank Dunia kepada negara, terkait peningkatan modal bagi semua negara."

Ini Pesan Khusus Sri Mulyani Kepada Presiden Baru Bank DuniaFoto: David Malpass (Foto: Cameron Costa/CNBC)


Ketiga, pada masa kepemimpinan Zoellick, ada isu spesifik yang menjadi perhatian yaitu, korupsi dan transparansi data. Sedangkan pada masa Jim Kim, perhatian tertuju pada isu sumber daya manusia dan perubahan iklim.

"Mungkin di era Malpass, dia akan lebih concern pada koefisien gini, inequality, kebijakan bagaimana negara bisa berkembang optimal dengan intervensi minimal."

Beberapa hal tersebut, menurutnya perlu diputuskan karena membawa pengaruh besar bukan hanya kepada staf Bank Dunia, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan.

"Saya melihat global public goods akan sangat penting. Isu perubahan iklim, dan bagaimana Bank Dunia bisa bekerjasama dengan semua klien, karena Bank Dunia adalah bank yang memiliki karakteristik unik. Klien-klien sendiri punya kerjasama dengan negara multilateral lain".




Selain tiga hal tersebut, Sri Mulyani juga mengutarakan pentingnya Bank Dunia memiliki keunggulan kompetitif dibanding lembaga lain. Pasalnya, Sri Mulyani menekankan, Bank Dunia adalah bank untuk dunia, yang artinya perlu memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih dalam menangani klien.

"Sebagai klien saya selanjutnya bisa bertanya misal ketika akan melakukan reformasi pajak. Dengan pengalaman bukan hanya Asia namun juga dunia. Saya bisa mendapatkan best lesson. Kalau saya bertanya tentang social safety nett, apa yang harus saya lakukan dan best practice negara mana yang harus saya ikuti?".

Sebagai penutup, Sri Mulyani juga menyebutkan tiga hal utama yang perlu dijaga oleh Bank Dunia, yakni tata kelola, model bisnis, dan sumber daya.

"Kalau kita tidak konsisten dengan tata kelola, model bisnis model dan sumber daya, maka akan sulit dalam mencapai tujuan. Tiga hal ini yang utama harus dilakukan oleh Bank Dunia".





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading