Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara melambai ketika kembali memenangkan pemilihan umum Israel dan mencatatkan rekor meraih lima kali masa jabatan tersebut, menurut tiga saluran televisi utama negara itu, Rabu (10/4/2019). (REUTERS / Ammar Awad)
Saat 97% dari seluruh suara yang masuk telah dihitung, Netanyahu masih bersaing ketat dengan saingannya, Benny Gantz, dan tidak ada satu kandidat pun yang mendapatkan suara mayoritas. (REUTERS / Ronen Zvulun)
Persaingan yang ketat ini dipandang sebagai referendum atas karakter dan catatan Netanyahu menyusul berbagai tuduhan korupsi. Ia menghadapi kemungkinan dakwaan dalam tiga kasus suap meskipun ia sudah tidak mengaku bersalah atas kasus-kasus tersebut. (REUTERS / Ronen Zvulun)
Hasil akhir penghitungan suara diperkirakan akan keluar pada Jumat, meskipun hasil sementara menunjukkan 65 dari 120 kursi parlemen Israel akan dimiliki blok sayap kanan yang dipimpin oleh Netanyahu, sementara total 55 kursi dimenangkan faksi kiri-tengah. ( REUTERS / Amir Cohen)
Jika dia menang, Netanyahu akan menjadi perdana menteri yang menjabat paling lama dalam sejarah 71 tahun Israel. (REUTERS / Amir Cohen)
Pesaingnya, Gantz, mantan jenderal berusia 59 tahun, juga telah mengklaim kemenangan sebelumnya, mengutip dari jajak pendapat awal yang dikeluarkan setelah pemungutan suara berakhir pada Selasa. Hasil itu menunjukkan bahwa partainya telah memenangkan lebih banyak kursi dibandingkan Likud. (REUTERS / Corinna Kern)
Meskipun keduanya mengklaim kemenangan pada Selasa malam, gambar yang lebih jelas muncul pada Rabu pagi ketika hasilnya terus terhitung dan menggambarkan Netanyahu sebagai pemenang. (REUTERS / Ammar Awad)