PLN Kehilangan 30 Pelanggan Industri Karena Perda

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
09 April 2019 18:48
PLN Kehilangan 30 Pelanggan Industri Karena Perda
Jakarta, CNBC Indonesia - PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) mengaku kehilangan 30 pelanggan industri mereka dalam kurun waktu tiga bulan terhitung sejak Januari 2019.

"Pelanggan industri di Jakarta memang berkurang, dalam kurun waktu tiga bulan ini ada kurang lebih 30 pelanggan yang pindah industri, ada yang ke Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan sebagainya," ujar General Manager PLN Disjaya Ikhsan Asaad saat dijumpai di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Bukan tanpa alasan PLN Disjaya kehilangan pelanggan industrinya. Sebabnya, ada Perda No.1/2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR & PZ) yang dikeluarkan Pemda DKI, pebisnis yang beroperasi di luar zona industri yang telah ditentukan harus segera merelokasi tempat usahanya.


"Ada aturan dari gubernur yang melarang. Surat Gubernur kalau nggak salah, yang membatasi sampai 2020 ini harus keluar (jika di luar zona industri), 2030 harus kelaur. ya ini kami akan minta ke Gubernur DKI Jakarta, bagaimana meninjau itu," kata Ikhsan.

PLN Kehilangan 30 Pelanggan Industri Karena PerdaFoto: Peresmian Kelistrikan Wilayah Aceh (dok. PLN)


Ia mengaku, kehilangan yang ditimbulkan cukup besar, sekitar 30-40 MW, karena rata-rata industri cukup tinggi dalam membayar listrik. Tahun lalu pun, sekitar 40 pelanggan industri di Jakarta merelokasi usaha mereka.

Sehingga, lanjut Ikhsan, pihaknya akan melakukan pendekatan supaya peraturan tersebut dicabut atau diberikan kemudahan, agar tidak semakin banyak pengusaha yang berinvestasi di Jakarta memindahkan usaha mereka.

"Jakarta kan paling andal, kita di ibukota, ring 1, ada 8 subsistem, yang penting itu. Dalam waktu dekat kami akan undang pemprov, pelaku usaha, dan Kementerian Perindustrian, untuk diskusi bagaimana melihat masalah ini," imbuhnya.

"Kalau semua industri di luar jakarta, terus orang Jakarta kerja di mana? Kota-kota besar lain di dunia pun, bahkan seperti di Singapura, itu masih ada industri di dalam kotanya. Jadi tidak harus semuanya keluar dari Jakarta kan," tambah Ikhsan.

"Kota yang disurvei Bank Dunia dalam Kemudahan Berbisnis (EODB) kan Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta kan untuk mendapatkan listriknya mudah, dan semakin membaik peringkatnya, dari 38 naik ke 33 dari 160 negara. Tahun ini kami akan genjot untuk bisa masuk peringkat 20 dunia," pungkasnya.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading