Pengusaha Sebut Tiket Pesawat Mahal Bikin Hunian Hotel Turun

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
26 March 2019 18:03
Harga tiket pesawat yang masih mahal telah berdampak kepada sektor pariwisata.
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan harga tiket pesawat yang masih mahal telah berdampak kepada sektor pariwisata.

"Walaupun saat ini adalah merupakan low season, namun jika dibandingkan tahun lalu, occupancy hotel terjadi penurunan 20% - 40%. Penurunan occupancy hotel juga berdampak pada ekonomi di daerah," ujar Hariyadi

Hal itu tertuang dalam catatan rapat di Kemenko Kemaritiman, Senin (25/3/2019) pukul 15.30 WIB, yang berasal dari notulen rapat yang diperoleh dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Turut hadir Wakil Ketua Umum PHRI Maulana Yusran.


Hadir pula perwakilan maskapai antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, dan AirAsia serta perwakilan Online Travel Agency (OTA) antara lain Traveloka dan Tiket.com.



Hariyadi mengatakan, selain sektor pariwisata, kenaikan harga untuk kargo juga berdampak terhadap jasa pengiriman barang.

Salah satu faktor yang menyebabkan harga tiket pesawat naik adalah avtur. Namun, saat ini avtur sudah turun sejak disampaikan permasalahannya di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara gala dinner 50 tahun PHRI, beberapa waktu lalu.

"Saat ini ada AKR yang merupakan perusahaan supply avtur yang sedang mengurus izin untuk dapat masuk ke bandara. Berdasarkan informasi dari pihak AKR baru direalisasikan pada tanggal 18 April 2019."


"Ketua umum PHRI mengusulkan agar jalur penerbangan regional dibuka agar ada persaingan sehat antar maskapai domestik misalnya Air Asia, Jet Star, dan Scoot," demikian catatan dari Ketua Umum PHRI.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading