Aktivis dari koalisi organisasi non-pemerintah yang menentang senjata otonom mematikan (robot pembunuh) kembali menyuarakan aksi.
Aktivis dari koalisi organisasi non-pemerintah yang menentang senjata otonom mematikan atau disebut dengan 'robot pembunuh' kembali menyuarakan aksi tersebut pada (21/3/2019) di Gerbang Brandenburg di Berlin, Jerman. (REUTERS / Annegret Hilse)
Para ahli mendesak Robot pembunuh harus dilarang untuk mencegah mesin menyebabkan kepunahan manusia di dunia setelah kemajuan kemajuan dalam kecerdasan buatan yang memberinya lebih banyak kekuatan. (REUTERS / Annegret Hilse)
Menurut mereka, robot-robot tersebut mewakili revolusi ketiga perang setelah penggunaan senjata api dan senjata nuklir. (REUTERS / Annegret Hilse)
Robot pembunuh adalah senjata yang sepenuhnya mandiri atau otonom yang dapat memilih dan mengincar sasaran tanpa campur tangan manusia. Sampai saat ini robot-robot itu tidak ada tapi kemajuan teknologi membuatnya bisa terwujud dalam waktu dekat. (REUTERS / Annegret Hilse)
Lebih dari 100 ahli robot terkemuka mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah untuk mencegah pengembangan 'robot-robot pembunuh. (REUTERS / Annegret Hilse)
Dalam aksi tersebut akan terus di suarakan larangan pengembangan teknologi 'robot pembunuh' tersebut. (REUTERS / Annegret Hilse)