Orang Terkaya RI

Donald Sihombing, Rumah DP Nol Rupiah & Kinerja Totalindo

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
08 March 2019 13:31
Donald Sihombing, Rumah DP Nol Rupiah & Kinerja Totalindo
Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Donald Sihombing mengejutkan khalayak dan meramaikan daftar pencarian di mesin pencari setelah namanya masuk dalam daftar 20 orang terkaya di Indonesia versi Forbes yang dirilis beberapa waktu lalu.

Menurut perhitungan Forbes kekayaan Donald yang mencapai US$ 1,4 miliar atau setara dengan Rp 19,60 triliun. Tentu nilai yang tak sedikit, inilah yang membuat pria batak ini masuk dalam jajaran orang terkaya dan membuat publik kaget, karena bisa mengalahkan posisi Ciputra yang selalu menjadi member tetap dalam daftar ini.

Kekayaannya ini didapat dari perusahaan konstruksi yang didirakan dan dijalankannya pada 1995, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS), dimana sekarang pun masih aktif menjadi eksekutif di perusahaan tersebut selaku direktur utama.



Donald menyelesaikan pendidikan dari jurusan teknik sipil dari University of Akron, Ohio, Amerika Serikat. Berbekal pendidikan dari Negeri Paman Sam, Donald berhasil membangun superblok tersbesar di Asia Tenggara kala itu yakni Mall Taman Anggrek.

Perjalanan karir seorang pengusaha memang tak selalu mulus. Sebelum mendirikan perusahaan miliknya sendiri, Donald pernah bekerja di perusahaan serupa PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) namun kemudian diberhentikan. Kondisi tersebut menjadi cambuk baginya untuk membangun perusahaannya sendiri.

Setelah sukses membangun Taman Anggrek, beruntun perusahaannya mendapatkan proyek pembangunan gedung ternama lainnya seperti Hotel Mulia Senayan, Plaza Indonesia Extension Project dan bahkan memperoleh proyek di Uni Emirat Arab untuk pengerjaan City of Lights Al-Reem pada 2009.


Saat ini perusahaan yang dipimpin oleh Donald berfokus untuk melakukan pembangunan hunian untuk kelas menengah ke bawah yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta dengan DP 0 Persen.

Selain itu, saat ini Totalindo Eka Persada juga membangun hunian dengan pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal alias transit oriented development (TOD).

Kinerja Totalindo sendiriri sebenarnya kurang mengembirakan. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2018 laba bersih perseroan mengalami penurunan tajam sebesar 54,32% menjadi Rp 85,58 miliar. Periode yang sama 2017 laba bersih Totalindo tercatat Rp 187,33 miliar.

Perseroan tampaknya kesulitan mendopatkan kontrak dalam jumlah besar pada 2018. Ini tercermin dari penurunan pendapatan sebesar 37,52% menjadi Rp 1,15 triliun dari Rp 1,84 triliun.

Sebenarnya nilai aset Totalindo hanya bernilai Rp 3,86 triliun. Namun nilai kapitalisasi sahamnya tercatat Rp 24,83 triliun, dari harga saham Rp 745/saham.

Totalindo resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 16 Juni 2017 dan menjual saham di pasar perdana pada harga Rp 310/unit. Artinya harga saham perseroan sudah naik 140,32% sejak IPO.

Bahkan harga saham Totalindo Eka Persada sempat melesat hingga level Rp 992/unit, atau naik 220% dari harga IPO.

Sumber pendapatan Totalindo merupakan kombinasi proyek pemerintah dan swasta. Lima besar sumber pendapatan Totalindo berasal dari proyek Proyek Badan Pengembangan SDM Provinsi Jawa Barat senilai Rp 248,08 miliar, lalu KSO Duta Regency-Metropolitan Kuningan Properti, senilai Rp 172,61 miliar, Pemrov DKI Jakarta senilai Rp 150,76 miliar, PT Citra Abadi Mandiri RP 124,11 miliar, dan KSO Summarecon Serpong senilai Rp 101,99 miliar. 

Pada 2017, perusahaan milik Donald Sihombing ini sempat menerima pendapatan dari Dinas Perumahan Pemrov DKI Jakarta senilai Rp 284,15 miliar. Totalindo memang ditunjuk oleh Pemrov DKI membangun proyek Klapa Village di Jakarta Timur yang dijual ke masyarakat dengan DP nol rupiah.

Proyek ini merupakan kerjasama operasi (KSO) antara Totalindon dengan PD Pembangunan Sarana Jaya (PSJ), melalui perusahaan patungan (joint venture). Perusahaan baru ini ditujukan untuk menggarap proyek banguan komersial dan hunian dan fasilitas pendukungnya (transit oriented develpment/TOD). KSO ini dimiliki bersama oleh perusahaan dan PSJ dengan kepemilikan masing-masing sebesar 49% dan 51%.

Melalui pembentukan usaha baru ini, maka kegiatan usaha utama perusahaan akan berubah dari sebelumnya bergerak di bidang jasa kontraktor properti maupun real estate menjadi penyedia jasa hunian.

Donald Sihombing & Kinerja Perusahaan yang Sedang TertekanFoto: Infografis/infografis orang terkaya Indonesia versi Forbes/Aristya Rahadian Krisabella
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading