Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden,
CNBC Indonesia
01 March 2019 17:48
Produksi jagung nasional dalam beberapa tahun terakhir mampu meningkatkan produksinya sehingga bisa menekan impor jagung.
Presiden Joko Widodo menyaksikan panen raya jagung seluas 1.392 hektare di Desa Botuwumbato, Kabupaten Gorontalo Utara dan Desa Motilangu di Kabupaten Gorontalo, Jumat (1/3). (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sentra-sentra produksi jagung nasional dalam beberapa tahun terakhir mampu meningkatkan produksinya sehingga bisa menekan impor jagung. (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Provinsi Gorontalo diketahui merupakan salah satu sentra jagung nasional. Produksi jagung di provinsi tersebut meningkat tajam dari tahun ke tahun. Tahun 2016 lalu, Gorontalo hanya mampu memproduksi sebanyak 692 ribu ton. Jumlah tersebut meningkat jauh di tahun 2018 menjadi 1,5 juta ton. (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Meski mensyukuri peningkatan produksi salah satu komoditas tani tersebut, Kepala Negara menekankan bahwa pihaknya tetap harus berhati-hati menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan. (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Menurutnya, Indonesia memang perlu membuka pasar ekspor untuk komoditas jagung guna menjaga keseimbangan suplai dan harga jagung. Seperti tahun lalu di mana Indonesia telah membukukan ekspor jagung sebesar 380 ribu ton. (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Untuk dapat meningkatkan ekspor guna menjaga keseimbangan harga, Presiden menekankan bahwa jagung ekspor Indonesia harus berada dalam kualitas terbaik. Selain itu, harga komoditas jagung ekspor disebutnya juga harus kompetitif. (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Apabila suplai jagung melimpah sementara permintaan terhadapnya mengalami penurunan, bukan tidak mungkin harga jagung juga akan mengalami penurunan. Akibatnya, para petani yang akan merasakan kerugian. (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)