PLN Terbitkan Komodo Bond US$ 1,5 M di Semester I-2019

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
01 March 2019 16:41
PLN Terbitkan Komodo Bond US$ 1,5 M di Semester I-2019
Jakarta, CNBC Indonesia- Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, dan Kawasan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Edwin Hidayat sempat menyebut PT PLN (Persero) akan menerbitkan Komodo Bond pada semester I 2019 ini.

Saat ini, kata Edwin, jumlahnya masih dikaji. Tetapi akan disesuaikan dengan kebutuhan investasi PLN di tahun ini yang bisa mencapai Rp 100 triliun. "Masih butuh dana," katanya. 



Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PLN Sofyan Basir membenarkan pihaknya akan menerbitkan Komodo Bond yang memang direncanakan pada paruh pertama tahun ini. Jumlahnya, kata Sofyan, sebesar US$ 1,5 miliar.


"Iya itu betul. Dananya untuk investasi sebagian besar di pembangkit dan transmisi. Yang agak besar di transmisi, sama gardu-gardu induk saja. Itu kan terus tambah proyeknya ya," ujar Sofyan saat dijumpai di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan, penerbitan obligasi tersebut juga akan dipakai untuk pendanaan proyek pembangunan pembangkit 35 ribu MW. 

"Tetap masih untuk itu. Sebagian dari keuntungan kami, kas kami sebagian dari global bond dan juga ada dari sindikasi pinjaman bank pemerintah dan bank swasta, porsinya sekitar Rp 8-10 triliun dari bank-bank lokal. Sebagian besar untuk investasi," tambah Sofyan.

Sebagai informasi, Komodo Bond merupakan sebutan untuk surat utang atau obligasi rupiah terbitan institusi Indonesia yang dijual dan dicatakan di luar negeri (global IDR bond). Sebelumnya, lazimnya, korporasi dan pemerintah menjual obligasi dalam denominasi dollar di luar negeri (global USD bond).

Adapun, sebelumnya, Soal rencana penerbitan surat utang ini memang sempat disinggung oleh direksi PLN berkali-kali. Januari lalu, Dirut PLN Sofyan Basir sempat menyinggung akan menerbitkan hingga US$ 1,5 miliar. "Ya, ada rencana," katanya dalam pesan singkat. 

Sofyan belum menjelaskan secara rinci soal kapan dan apa tujuan dari penerbitan surat utang tersebut tahun ini. 

Tahun lalu, PLN juga menerbitkan obligasi global (global bond) senilai US$ 1,5 miliar atau setara Rp 22,83 triliun. Hasil penerbitan saat itu digunakan untuk mendanai kebutuhan Investasi dan kebutuhan program 35.000 MW.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto juga sempat mengatakan penerbitan surat utang adalah salah satu cara perseroan mencari pendanaan. "Global Bond opsi pendanaan, kami mencari opsi yang paling murah. Bisa saja kalau pasar lebih murah pinjaman ya pinjaman. Sesuaikan kebutuhan juga," jelasnya. 

Simak video soal kinerja PLN di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC] (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading