Secara Teori Trans Jawa Bikin Efisien, Praktiknya?

News - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
14 February 2019 20:01
Secara Teori Trans Jawa Bikin Efisien, Praktiknya? Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha logistik menilai ruas tol Semarang-Surabaya yang baru saja terhubung akhir tahun lalu, tidak akan sesukses ruas Jakarta-Semarang. Terutama karena persoalan kontur tanah.

Stefanus Suryaatmadja, Presiden Direktur PT Siba Surya, mengatakan kontur yang tidak rata di tol Semarang-Surabaya membuat pengusaha logistik harus mempelajari lebih dulu ruas tol baru ini. Menurutnya, kontur tanah rata yang rata seperti tol Jakarta-Semarang yang diminati oleh pengusaha logistik.

"Karena kontur, kampas rem truk kami ada yang habis terbakar di ruas Semarang-Surabaya. Kami nilai Jakarta-Semarang akan kick in lebih cepat daripada Semarang-Surabaya," ujarnya dalam acara BNI Investor Visit of TransJava, Kamis (14/2/2019), Kamis (14/2/2019).

Menurutnya, armada Siba Surya telah rutin melewati tol Jakarta-Semarang, sementara untuk ruas Semarang-Surabaya masih dalam uji coba. "Bahkan 90% armada kami telah melewati Jakarta-Cipali," jelasnya.


Dia mengatakan bahwa secara teori tol Trans Jawa bisa membuat lebih efisien karena waktu tempuh lebih pendek dan bahan bakar lebih sedikit. Namun, hal ini belum terbukti dalam praktiknya.

"Kami sudah uji coba Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam 32 jam dibandingkan dengan sebelumnya 4 hari. Namun, walau kami sampai lebih cepat ke pelabuhan tetapi truk belum tentu bisa bongkar barang dan antri 3-4 hari. Jadi hal ini juga harus dibenahi," ujarnya.

Masalah lain, misalnya rest area di Trans Jawa menawarkan harga makanan yang lebih mahal dibandingkan dengan jalan pantura. Hal ini meningkatkan biaya makanan bagi para sopir.

Persoalan lain, tidak ada bengkel untuk menangani kerusakan mesin ataupun ban bocor. "Biasanya kalau di jalan biasa, kerusakan mesin sopir tinggal naik bis atau ojek untuk cari spare part, tapi di Trans Jawa mereka harus keluar tol dulu," jelasnya.

Persoalan lain adalah belum banyaknya SPBU di Trans Jawa sehingga sopir kesulitan mengisi bahan bakar. "Penerangan di Trans Jawa juga masih kurang, gelap sekali," jelasnya.

Menurut, persoalan-persoalan ini harus bisa diatasi agar pengusaha logistik tertarik untuk menggunakan Tol Trans Jawa. "Pengusaha logistik juga perlu diberikan insentif agar mau memperbarui truknya, kalau masih truk tua enggan pakai jalan tol," ujarnya.



Simak Video Jokowi Resmikan Ruas Tol Baru:
[Gambas:Video CNBC]


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading