Diprotes Karena Mahal, Berapa Investasi Jalan Tol Trans Jawa?

News - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
04 February 2019 14:33
Diprotes Karena Mahal, Berapa Investasi Jalan Tol Trans Jawa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Megaproyek Jalan Tol Trans Jawa menjadi perhatian masyarakat akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, misi untuk menyambungkan ujung barat dan ujung timur Pulau Jawa ini terus dikebut dalam beberapa tahun terakhir.

Hasil penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia mencatatkan bahwa total investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut tidak main-main. Untuk menyambungkan ruas tol dari Pejagan hingga Pasuruan yang sepanjang 626,75 kilometer, total biaya investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 67,94 triliun.

Sedangkan biaya pembebasan lahan proyek tersebut menyentuh angka Rp 5,9 triliun. Artinya, rata-rata biaya investasi yang dibutuhkan untuk setiap 1 kilometer jalan yang akan dibangun mencapai Rp 108,4 miliar, di luar biaya pembebasan lahan.


NoRuas JalanPanjang (km)Investasi total (Rp Triliun)Investasi/km (Rp miliar)
1Pejagan-Pemalang57,56,84119,0
2Pemalang-Batang39,24,08104,1
3Batang-Semarang74,211,05148,9
4Semarang-Solo72,947,3100,1
5Solo-Ngawi90,425,1456,8
6Ngawi-Kertasono49,513,8277,2
7Gempol-Pasuruan34,152,7781,1
8Pasuruan -Probolinggo453,5578,9
9Probolinggo-Banyuwangi163,8323,39142,8


Namun, bila ditelusuri lebih dalam, biaya investasi per kilometer untuk masing-masing ruas jalan tol bervariasi. Ruas jalan tol Probolinggo-Banyuwangi tercatat memakan biaya investasi paling mahal untuk setiap 1 kilometer, yaitu sebesar Rp 142,7 miliar.

Sedangkan yang paling murah adalah ruas jalan tol Solo-Ngawi yang sepanjang 90,42 kilometer, dengan biaya investasi per kilometer hanya sebesar Rp 56,8 miliar.

Variasi biaya ini bisa disebabkan oleh perbedaan kondisi medan tempat jalan akan dibangun. Selain itu bentuk struktur jalan yang akan dibangun juga bisa mengakibatkan perbedaan biaya.

Dengan nilai total investasi yang fantastis ini, diharapkan kehadiran jalan tol dapat lebih meningkatkan kegiatan ekonomi, terutama bagi kelancaran arus logistik.

Namun, sayang, pasca diberlakukannya tarif baru mulai 21 Januari lalu, banyak pengusaha jasa transportasi mengeluhkan harganya yang dinilai mahal.

Bahkan pada tanggal 25 Januari lalu, di Kota Pekalongan terjadi peningkatan volume kendaraan sebesar 70% akibat berlaku penuhnya tarif tol Trans Jawa berdasarkan data Dinas Perhubungan Setempat, mengutip detikfinance.

Hal itu mengindikasikan bahwa faktor harga masih menjadi penentu utama keputusan pengguna jalan tol. Apabila pengelola jalan tol masih mempertahankan harga yang sekarang, bukan tidak mungkin tingkat okupansi menjadi tidak maksimal, yang berhujung pada melesetnya perhitungan investasi.

TIM RiSET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]


(taa/taa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading