Tak Lagi Sepeda, Jokowi Bagi Hadiah Spesial! Apa Itu?

News - Muhammad Choirul, CNBC Indonesia
19 January 2019 16:11
Tak Lagi Sepeda, Jokowi Bagi Hadiah Spesial! Apa Itu?
Jakarta, CNBC Indonesia - Tak ada lagi pembagian sepeda. Tak ada lagi kuis tebak nama-nama ikan atau pulau. Ya, fenomena yang dulu kerap tersaji saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke daerah, kini tak lagi terjadi.

Berlangsungnya tahapan kampanye Pilpres 2019, membuat Jokowi tidak lagi dapat seenaknya melakukan 'sogokan' lewat hadiah.

"Saya tidak bisa lagi kasih hadiah sepeda, mau Pilpres," ujar Jokowi saat menemui petani di Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut, Sabtu (19/1/2019).


Keluhan itu juga disampaikan Jokowi saat Jokowi memberi motivasi bagi pengusaha supermikro di Alun-alun Cibatu, Kabupaten Garut, Jumat (18/1/2019) kemarin. Namun, Jokowi tak kehabisan akal untuk tetap dapat meninggalkan oleh-oleh.


Pada sejumlah kesempatan selama kunjungannya di Kabupaten Garut, Jokowi tetap mengajak perwakilan warga berbincang secara interaktif. Demikian juga saat meninjau realisasi program Wirausaha Tani BNI di Garut, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (19/1/2019).

Dalam kesempatan itu, Jokowi memberikan foto perwakilan warga yang diajak diskusi interaktif. Foto cetak kilat tersebut dibagikan langsung, setelah sesi interaktif. Lengkap dengan plakat Istana Kepresidenan, warga yang menerima terlihat begitu ceria.

"Tidak apa-apa ya bukan sepeda. Ini lebih mahal daripada sepeda. Coba dilihat, ada foto bareng saya dan ada tulisan Istana Kepresidenan, itu yang mahal," kata Jokowi.

Sebelum sesi interaktif sendiri, Jokowi turut mengajak para petani Garut tidak ragu meminjam uang ke bank melalui KUR. Meski begitu, kepala negara mengingatkan agar para petani sudah memiliki rencana matang sebelum utang ke bank.

"Kalau petani dapat KUR jangan dipakai beli baju, jaket, motor. Gunakan seluruhnya untuk menutup biaya ongkos produksi, bisa untuk tanam, beli pupuk, beli bibit," kata Jokowi.

"Kalau mau pinjam ke bank, tolong sudah punya itung-itungan. Ongkos bibit berapa, tanam berapa. Dihitung, jangan pinjam 5 juta, ternyata ongkosnya hanya 3 juta, sisanya nanti dibuat beli baju, bukan produksi, jangan. Penggunaan jangan keluar dari ongkos yang keluar dari sawah dan padi," lanjut bekas Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga sempat menyaksikan tanam raya petani Garut. Dia juga sempat meninjau display BUMN Shop yang menjajakan hasil olahan produksi para petani.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, yang hadir mendampingi presiden, menegaskan, ingin membangun mitra BUMDES Nusantara bersama Gapoktan. Sebagai agen pembangunan, Rini ingin BUMN bisa berperan meningkatkaan pendapatan.

"Selain KUR, kami membuat program membeli panen mereka, diproses di BUMDES, dijual menjadi beras. Harapan kami petani dapat keuntungan dari beras yang dijual," tandasnya.





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading