Mengapa Harga Tiket Pesawat Akhirnya Diturunkan?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
13 January 2019 15:10
Mengapa Harga Tiket Pesawat Akhirnya Diturunkan? Foto: Muhammad Sabki
Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) telah menyampaikan keputusan untuk menurunkan harga tiket pesawat.

Belakangan, harga tiket pesawat yang mahal menuai kritikan dari masyarakat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun mengaku prihatin dan segera mengumpulkan petinggi maskapai nasional hari ini di kantornya, Minggu (13/1/2019), pukul 11.00 WIB.




Tak lama berselang, pukul 14.00 WIB, INACA pun menggelar konferensi pers terkait penurunan harga tiket pesawat. Ketua INACA Ari Ashkara mengatakan, rentang penurunan berada di atas 20% sampai 60%. Lalu, apa alasan di balik keputusan itu?

"Absolutnya sudah kita tentukan. Kita memperhatikan kebutuhan dan daya beli masyarakat di daerah yang tentunya berbeda-beda," kata Ari yang juga direktur utama PT Garuda Indonesia Tbk.

"Ini inisiatif dari Inaca. Kami panggil semua airline (maskapai). Kami merasakan concern masyarakat. Kita langsung bergerak," lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]

Sebagai ketua INACA, Ari mengaku meminta semua maskapai untuk terus melakukan efisiensi. Kita bisa mengurangi biaya-biaya yang ditanggung oleh maskapai. "Kita sudah laporkan ke pak menteri (Menhub) dan Pertamina untuk menurunkan variabel pembiayaan. Kita tidak akan kurangi safety," ujar Ari.

Terkait Pertamina, dia mengatakan komponen terbesar dalam harga tiket pesawat adalah bahan bakar dengan persentase 40%-50%. INACA pun telah menyampaikan agar Pertamina bisa menurunkan harga avtur di Jakarta.



Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Awaluddin mengatakan, AP II mendukung penurunan harga tiket pesawat dari sisi biaya-biaya langsung. "Konsepnya nanti ada persentase yang akan kita hitung, kemudian dikembalikan ke maskapai, bisa menurunkan," kata Awaluddin.

Mengapa Harga Tiket Pesawat Akhirnya Diturunkan? Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading