Harga BBM Rp 100.000/Liter di Papua Kini Tinggal Kenangan

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
30 December 2018 17:20
Harga BBM Rp 100.000/Liter di Papua Kini Tinggal Kenangan
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) di awal masa pemerintahannya kerap menyesalkan mahalnya harga BBM di Papua. Oleh karena itu, Jokowi pun mencanangkan program 'Satu Harga Bahan Bakar Minyak' (BBM) di Yahukimo, Papua, 18 Oktober 2016.

Di Yahukimo, Presiden memeriksa pesawat pengangkut BBM, yaitu Air Tractor AT-802 , yang disiapkan untuk menopang program satu harga itu. BBC Indonesia melaporkan, dalam hitungan Pertamina, perusahaan akan rugi sekitar Rp 800 miliar/tahun jika di Papua diterapkan harga yang sama dengan di wilayah Indonesia lain.

Kendati demikian, Jokowi tidak ambil pusing. "Ini bukan masalah untung dan rugi. Ini masalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jumlah Rp 800 miliar itu terserah dicarikan subsidi silang dari mana, itu urusan Pertamina," kata Jokowi.


"Tapi yang saya mau ada keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga harganya sekarang di seluruh kabupaten, yaitu 6.450 rupiah per liter untuk premium," ujarnya.



Program 'Satu Harga Bahan Bakar Minyak' pun mulai tancap gas pada 1 Januari 2017. Program tersebut bertujuan menghilangkan disparitas harga BBM antardaerah. Khusus untuk harga di Papua yang pernah mencapai Rp 100 ribu per liter, kini sudah ada perubahan.

Saat ini, harga BBM di penyalur resmi di beragam titik, sudah sesuai harga penetapan pemerintah, yaitu premium JBKP Rp 6.450 per liter, dan Solar/Biosolar JBT Rp 5.150 per liter. Dalam sejumlah kesempatan, Menteri ESDM Ignasius Jonan, kerap menyampaikan kabar gembira tersebut.

"Sekarang sudah sama, Solar Rp 5.150, Premium Rp 6.450," ujar Jonan dalam konfrensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

[Gambas:Video CNBC]

Adapun harga BBM di tingkat pengecer di Papua Barat dan Papua sebelum ada penyalur resmi menurut data Kementerian ESDM adalah sebagai berikut:

Tahun 2017:
- Kecamatan Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, semula Rp 15.000-Rp 30.000 per liter
- Kecamatan Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, semula Rp 50.000-Rp 100.000 per liter
- Kecamatan Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua, semula Rp 20.000-Rp 30.000 per liter
- Kecamatan Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, semula Rp 20.000-Rp 50.000 per liter
- Kecamatan Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, semula Rp 20.000-Rp 50.000 per liter
- Kecamatan Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, semula Rp 30.000-Rp 60.000 per liter
- Kecamatan Karubaga/Wenam Kabupaten Tolikara, Papua, semula Rp 20.000-Rp 50.000 per liter
- Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, semula Rp 30.000-60.000 per liter
- Kecamatan Distrik Pania Barat/Obano, Paniai, Papua, semula Rp 15.000 (P/S) per liter
- Kecamatan Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, semula Rp 15.000 (P/S) per liter
- Kecamatan Suasapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, semula Rp. 20.000 (P/S) per liter
- Kecamatan Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, semula Rp. 50.000 (P/S) per liter
- Kecamatan Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua, semula Rp 10.000 per liter
- Kecamatan Kep. Aruri, Kabupaten Supiori, Papua, semula Rp 20.000 per liter
- Kecamatan Inanwatan ,Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, semula Rp 15.000 per liter
- Kecamatan Waropen Bawah, Kabupaten Waropen, Papua, semula Rp 10.000 per liter

Tahun 2018:
- Kecamatan Distrik Prime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, semula Rp 40.000 (P) 20.000 (S) per liter
- Kecamatan Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua, semula Rp 15.000-18.000 (P/S) per Liter
- Kecamatan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, semula Rp 15.000 (P) 17.000 (S) Per Liter
- Kecamatan Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua, semula Rp 30.000 (P/S) Per Liter
- Kecamatan Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, semula Rp 10.000 (P/S) Per Liter
- Kecamatan Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, semula Rp 10.000(P), Rp 10.000 (S) per Liter
- Kecamatan Siret, Kabupaten Asmat, Papua, semula Rp 25.000-Rp 50.000 (P/S) per liter
-Kecamatan Distrik Misool Sentosa, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, semula Rp 10.000(P), Rp 8.000 (S) per liter

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading