Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR,
CNBC Indonesia
23 December 2018 17:47
Tsunami yang terjadi pada Sabtu 22 Desmber pukul 21.15 WIB mengakibatkan rusaknya sejumlah wilayah pesisir Lampung.
Suasana pasca tsunami menghantam kawasan Desa Way Wuli, Pantai Rajabasa, Lampung, Minggu (23/12/2018). Saat kejadian Warga di pesisir tersebut berlarian untuk menyelamatkan diri saat gelombang pasang terjadi.  (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Tsunami yang terjadi pada Sabtu 22 Desmber pukul 21.15 WIB mengakibatkan rusaknya sejumlah wilayah pesisir Lampung yakni di Kabupaten Lampung Selatan, pesisir Kota Bandar Lampung, dan pesisir Kabupaten Tanggamus, juga mengakibatkan sejumlah kerugian materiil. (Biro PUPR)
Petugas gabungan terus berupaya melakukan evakuasi korban. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Gelombang tinggi tsunami menerjang kawasan pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan diduga akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) pukul 21.10 WIB. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dua hari lalu telah mengeluarkan sebuah peringatan dini akan adanya gelombang tinggi yang berlaku pada 21 September pada pukul 07:00 WIB sampai 24 Desember pukul 07:00 WIB. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Hingga pukul 14.00 WIB Korban meninggal akibat tsunami di pesisir Lampung bertambah jadi 38 orang dan 138 orang luka-luka. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)