Keluarga migran, sebagian dari ribuan rombongan dari Amerika Tengah, menyeberangi perbatasan ke Amerika Serikat (AS) dari Tijuana, Meksiko, Minggu (25/11/2018). Ketegangan di perbatasan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir sejak AS menutup perbatasannya. (Reuters/Adrees Latif)
Pihak berwenang AS menutup penyeberangan perbatasan tersibuk di negara itu dan menembakkan gas air mata ke Meksiko, Minggu, untuk mengusir imigran Amerika Tengah yang mendekati perbatasan setelah Presiden Donald Trump bersumpah mencegah pencari suaka memasuki negara itu dengan mudah. (Reuters/Hannah McKay)
Kelompok imigran mencoba menerobos masuk melalui celah pagar di persimpangan perbatasan antara Tijuana dan San Diego. (Reuters/Hannah McKay)
Mereka sempat berhasil menerobos pagar perbatasan di Meksiko, tetapi kemudian dipaksa mundur karena penjaga perbatasan AS menembakkan gas air mata. (Reuters/Andreas Latif)
Pemerintah Meksiko mengatakan telah merebut kembali kendali atas penyeberangan perbatasan setelah hampir 500 migran mencoba menyeberangi perbatasan AS "dengan cara kekerasan". (Reuters/Alkis Konstantinidis)
Sebagian besar imigran Honduras melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan dan mengatakan mereka akan menunggu di Tijuana sampai mereka dapat meminta suaka di Amerika Serikat, meskipun AS memperketat perbatasan. (Reuters/Hannah McKay)
Ratusan imigran termasuk wanita dan anak-anak protes dengan damai pada hari Minggu dengan teriakan “Kami bukan penjahat! Kami adalah pekerja keras. ”Ketika mereka mendekati perbatasan AS, mereka dihentikan oleh pihak berwenang Meksiko, yang memberi tahu mereka untuk menunggu izin. (Reuters/Hannah McKay)
Sebuah keluarga imigran dari Honduras, melarikan diri dari gas air mata yang ditembakkan patroli perbatasan AS dekat pagar yang membatasi negara itu dengan Meksiko. (Reuters/Kim Kyung-Hoon)
Rata-rata 70.000 kendaraan dan 20.000 pejalan kaki menyeberang dari Meksiko ke Amerika Serikat di San Ysidro setiap hari, menurut Administrasi Layanan Umum AS. (Reuters/Hannah McKay)