Buntut Kecelakaan JT 610, Menhub Evaluasi Tarif Batas Bawah

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
01 November 2018 15:59
Buntut Kecelakaan JT 610, Menhub Evaluasi Tarif Batas Bawah

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bakal mengevaluasi tarif batas bawah angkutan udara. Langkah ini dilakukan menyusul adanya anggapan bahwa tarif ekonomi Lion Air terlalu murah hingga mengabaikan faktor keamanan.

Hal tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai salah satu faktor yang membuat maskapai memberikan pelayanan asal-asalan, bahkan terkesan mengabaikan keselamatan penumpang.


Awal pekan ini, pesawat Lion Air JT 610 mengalami kecelakaan di perairan sekitar Karawang. Pesawat ini membawa 178 penumpang. Hingga saat ini, investigasi terhadap penyebab kecelakaan tersebut.


Budi menyatakan terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan sebelum menetapkan kenaikan tarif batas bawah, seperti depresiasi nilai tukar rupiah dan penngkatan harga minyak mentah.

"Dengan adanya dolar naik dan harga minyak naik memang sangat sensitif untuk menaikkan tarif batas bawah," ungkapnya di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Karena itu, dia menegaskan perlu kehati-hatian dalam mengambil kebijakan. Budi juga masih akan menghitung dampak perekonomian, termasuk terhadap konsumen jasa angkutan udara.

"Kalau kita evaluasi, dampaknya kepada semua konsumen. Maka kita harus hati-hati sekali," kata Budi.

Sejauh ini, tarif angkutan udara telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016. Dalam regulasi tersebut tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dihitung dengan memperhatikan empat komponen.

Komponen yang diperhatikan yakni tarif jarak (besaran tarif per rute penerbangan per satu kali penerbangan), pajak (PPN), iuran wajib asuransi dan passenger service charge serta biaya tambahan (surcharge) bila ada. Selain itu, perhitungan tarif juga memperhatikan kelompok pelayanan yang diberikan oleh Badan Usaha Angkutan Udara. (ara/ara)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading