Bangunan kuil yang berdiri di tepi pantai Vistonida, Yunani, diselimuti sarang laba-laba, Jumat (19/10/2018). Munculnya sarang beserta ratusan ribu laba-laba tersebut merupakan fenomena musiman yang terjadi di wilayah tersebut. (REUTERS/Alexandros Avramidis)
Para ahli biologi mengatakan fenomena ini disebabkan oleh cuaca hangat musim panas yang mendorong peningkatan populasi nyamuk dan serangga lokal. (REUTERS/Alexandros Avramidis)
Sarang laba-laba tersebut tersebar di semak-semak pinggir jalan, pagar, dan pohon kecil dengan panjang sekitar 1.000 meter. (REUTERS/Alexandros Avramidis)
Laba-laba tersebut berjenis Tetragnatha, yang dikenal sebagai laba-laba peregangan karena tubuh mereka yang panjang. Mereka dikenal membangun jaring dekat habitat berair, dengan beberapa spesies bahkan dikatakan dapat berjalan di atas air. (REUTERS/Alexandros Avramidis)
Selain itu para ahli juga mengatakan suhu tinggai, kelembaban yang cukup, serta melimpahnya makanan, merupakan kondisi ideal bagi laba-laba itu untuk bereproduksi dalam jumlah besar. (REUTERS/Alexandros Avramidis)
"Kondisi cuaca ini sangat ideal bagi mereka untuk berkembang biak," kata ahli biologi taman lingkungan lokal, Euterpe Patetsini. (REUTERS/Alexandros Avramidis)