Kisah Bill Gates & Paul Allen Jatuh Bangun Dirikan Microsoft

News - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
18 October 2018 08:07
Kisah Bill Gates & Paul Allen Jatuh Bangun Dirikan Microsoft
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar duka hadir dari Amerika Serikat (AS) pada Senin (15/10/2018). Salah satu pendiri Microsoft Paul Allen meninggal dunia. Tak ayal, duka pun dirasakan oleh rekannya yang juga pendiri Microsoft, Bill Gates.

Hal itu wajar mengingat mereka telah saling kenal sejak sekolah tingkat menengah. Dan jika bukan karena bisnis yang mereka dirikan ketika remaja, mungkin Microsoft tidak akan pernah ada.

Allen dan Gates telah menjadi partners in crime sejak hari-hari mereka di Lakeside School di Seattle. Demikian memoar yang ditulis Allen 2012 lalu bertajuk "Idea Man.". Saat itu, Gates duduk di kelas delapan, sementara Allen di kelas sepuluh.


Mereka memiliki hasrat dengan pemrograman komputer. Pada akhir 1960-an, siswa sekolah swasta "patungan" untuk mendapatkan terminal komputer, sesuatu yang saat itu langka dan sangat mahal. Di Lakeside, Gates dan Allen belajar cara membedah kode komputer.

Pada suatu musim panas, Gates bekerja untuk sebuah perusahaan yang mengukur pola arus lalu lintas dengan menghitung roda mobil yang berguling di atas tabung karet yang sensitif terhadap tekanan.

Setiap 15 menit, sebuah mesin akan membuat pola lubang ke selembar selotip kertas. Rekaman itu akan dibaca secara manual dan hasilnya ditulis secara manual. "Prosesnya monoton, tidak efisien, dan membunuh mata kita," tulis Allen.

Gates dan Allen merasa proses itu dapat dilakukan dengan lebih efisien dan lebih murah, sebuah gagasan yang segera berevolusi menjadi bisnis pertemanan pertama mereka: Traf-o-Data. Pada saat itu, Gates hampir berusia 17 tahun dan Allen berusia 19 tahun.

Kisah Bill Gates & Paul Allen Jatuh Bangun Dirikan MicrosoftFoto: REUTERS/Sergei Karpukhin

Gates mulai mempekerjakan siswa yang lebih muda di Lakeside untuk bertugas sebagai pembaca pita kertas yang kemudian akan menyalin data rekaman ke kartu komputer. Gates membayar setiap siswa lima puluh sen untuk tiap lembar kaset, tulis Allen.

Kemudian Gates dan Allen menggunakan komputer di perpustakaan Universitas Washington (tempat ayah Allen bekerja) untuk membuat grafik data yang lebih "mudah dibaca" pada arus lalu lintas per jam.

Akhirnya, mitra ketiga bergabung dan membangun mesin untuk mengotomatisasi pembacaan kaset. Mereka kemudian mengumpulkan dana bersama sebesar US$360 (Rp 5.459.886), atau senilai US$2.300 dalam kurs hari ini.

Tujuannya untuk membeli chip mikroprosesor 8008 yang dipesan khusus untuk yang menjadi mesin Traf-o-Data. "Banyak uang
yang digunakan untuk hal kecil semacam itu," kata Bill, pada saat itu.

Dengan Traf-o-Data, pembuatan analisis data lalu lintas Departemen Jalan Negara Bagian Washington jauh lebih mudah. Traf-O-Data kemudian diperluas, pengisian dihargai US$2 per hari untuk pengumpulan data ke klien, termasuk daerah kecil dekat Seattle dan distrik di British Columbia.

Allen menulis, "Di awal kewirausahaan pertama, kami memiliki impian besar tentang uang yang datang ke arah kami."

Perusahaan itu berjalan selama bertahun-tahun dan dilanjutkan setelah keduanya meninggalkan sekolah menengah, berhenti kuliah dan bahkan setelah mereka mendirikan Microsoft.

Namun, ketika bisnis perusahaan mulai meningkat, Washington dan negara bagian lainnya mulai menawarkan layanan yang sama secara gratis.

Pada saat itu, kata Allen, dia sibuk menjalankan perusahaan lain di Seattle dengan Gates - Microsoft. Mereka dilaporkan menjaring hampir US$20.000 atas pekerjaan mereka di Traf-o-Data, tetapi proyek pengumpulan data akhirnya gagal.

Allen berkata: "Jika ditinjau kembali, Traf-O-Data adalah ide yang bagus dengan model bisnis yang salah. Kami tidak melakukan riset pasar. Kami tidak memperkirakan betapa sulitnya mendapatkan kota untuk membuat pembelanjaan modal, atau bahwa para pejabat akan enggan untuk membeli mesin dari siswa."

Terlepas dari keberhasilan terbatas Traf-O-Data, Allen mengatakan hal itu penting dalam mempersiapkan mereka untuk membuat produk pertama Microsoft beberapa tahun kemudian.

Sementara Traf-O-Data adalah kegagalan bisnis, ia menulis pada tahun 2017. Akan tetapi ada pelajaran karena bisnis itu membantu mereka memahami mikroprosesor, pengetahuan yang "penting untuk kesuksesan masa depan kita."

"Jika bukan karena usaha Traf-O-Data kami dan jika bukan karena semua waktu yang dihabiskan untuk komputer [Universitas Washington], Anda dapat berargumen bahwa bahwa Microsoft mungkin tidak akan pernah ada," tulis Allen.

Pengalaman ini meletakkan dasar bagi kesuksesan mereka dalam teknologi, kata Allen.

"Dalam pengalaman saya, setiap kegagalan mengandung benih kesuksesan Anda berikutnya - jika Anda mau belajar dari itu. Bill dan saya harus mengakui bahwa masa depan kita tidak ada dalam perangkat keras atau pita lalu lintas," tulis Allen. "Kami harus menemukan sesuatu yang lain."

Paul Allen meninggal karena kanker pada usia 65 tahun. Gates mengaku sedih dengan kepergian Allen.

"Dari hari-hari awal kami bersama di Lakeside School, melalui kemitraan kami dalam penciptaan Microsoft, untuk beberapa proyek filantropi bersama kami selama bertahun-tahun, Paul adalah mitra sejati dan teman baik, "kata Gates dalam sebuah pernyataan.

Kata Gates, "Personal computer tidak akan ada tanpa dia (Allen)."

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading