Seorang pria memainkan lagu sambil menunggu antrian berbaris di luar toko Natural Vibe setelah ganja rekreasi legal mulai dijual di St John's, Newfoundland dan Labrador, Kanada 17 Oktober 2018. REUTERS / Chris Wattie
Terlihat suasana para pengunjung atau penggemar ganja biasa disebut dengan kanabis/marijuana antri mengular untuk membeli. Reuters/Chris Wattie
Mengutip berita reuters Kanada menjadi negara industri pertama yang melegalkan ganja rekreasi pada hari Rabu tetapi gebrakan hukum akan sulit didapat di kota-kota terbesarnya karena beberapa, termasuk Toronto dan Vancouver, tidak akan memiliki toko terbuka. Reuters/Chris Wattie
Toko-toko di St. John's di provinsi pulau Atlantik di Newfoundland membuka pintu mereka untuk penggemar ganja pada 12:01 waktu setempat (09:31 WIB) pada Rabu.
Investor di industri tersebut yang telah melihat saham-saham usaha ganja melambung di bursa saham Toronto dan New York, tetapi penggunaan pot untuk kesehatan sangat dipertanyakan oleh beberapa profesional kesehatan dan politisi oposisi. Reuters/Chris Wattie
The Cannabis Act memenuhi janji Trudeau yang dibuat dalam kampanye pemilu 2015 di mana Kanada menjadi negara kedua setelah Uruguay yang melegalkan narkoba. Reuters/Chris Wattie
Penjualan ganja diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga US$1,1 miliar (Rp 16 triliun) dan menyediakan penerimaan pajak penghasilan sebesar US$400 juta bagi pemerintah, menurut Statistik Kanada. Reuters/Chris Wattie