Duh! Sisa 3 Bulan Lagi, Penerimaan Pajak Baru 63,3%
Raditya Hanung,
CNBC Indonesia
17 October 2018 10:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Penerimaan pajak negara meningkat 16,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) ke angka Rp 1.024,5 triliun hingga akhir September 2018. Realisasi itu lantas mencapai 63,3% dari target APBN 2018 sebesar Rp1.618,1 triliun.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada konferensi pers APBN KiTA hari ini Rabu (17/10/2018).
"Pajak kumpulkan Rp 900,9 triliun atau 63,3%. Penerimaan Bea Cukai Rp 123,6 triliun atau 63,7%," kata Sri Mulyani.
Pertumbuhan penerimaan pajak disokong oleh pertumbuhan pendapatan PPh Migas yang sebesar 23,3% YoY ke angka Rp 47,6 triliun, serta naiknya pendapatan Pajak non Migas sebesar 16,5% YoY ke angka Rp 853,3 triliun.
Realisasi PPh Migas sudah mencapai 124,8%, artinya target APBN 2018 mampu terlampaui. Sayangnya, realisasi pajak Non Migas masih sebesar 61,6% dari target.
Dua komponen paling besar di Pajak Non Migas, yakni PPh Non Migas dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) memang tumbuh sehat masing-masing 16,7% YoY dan 14,4% YoY. Meski demikian, realisasi PPh Non Migas baru sebesar 59,7% dari target, sementara PPN hanya 64,9% dari target.
Di sisi lain, penerimaan dari Bea Cukai mampu tumbuh 14,2% YoY ke angka Rp123,6 triliun. Realisasinya masih lebih baik dibandingkan Pajak Non Migas, yakni 63,7% dari target APBN 2018.
Sebagai tambahan, untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pertumbuhannya mencapai 27,1% YoY ke angka Rp 281,4 triliun. Realisasi PNBP hingga bulan lalu lantas sudah mencapai 102,2%. Kencangnya kenaikan PNBP tidak lepas dari pertumbuhan pendapatan SDA Migas yang mencapai 53,9% YoY.
(RHG/dru) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Setoran Pajaknya Lancar, Begini Kondisi Dunia Usaha Selama 2024
Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada konferensi pers APBN KiTA hari ini Rabu (17/10/2018).
"Pajak kumpulkan Rp 900,9 triliun atau 63,3%. Penerimaan Bea Cukai Rp 123,6 triliun atau 63,7%," kata Sri Mulyani.
Pertumbuhan penerimaan pajak disokong oleh pertumbuhan pendapatan PPh Migas yang sebesar 23,3% YoY ke angka Rp 47,6 triliun, serta naiknya pendapatan Pajak non Migas sebesar 16,5% YoY ke angka Rp 853,3 triliun.
Realisasi PPh Migas sudah mencapai 124,8%, artinya target APBN 2018 mampu terlampaui. Sayangnya, realisasi pajak Non Migas masih sebesar 61,6% dari target.
Di sisi lain, penerimaan dari Bea Cukai mampu tumbuh 14,2% YoY ke angka Rp123,6 triliun. Realisasinya masih lebih baik dibandingkan Pajak Non Migas, yakni 63,7% dari target APBN 2018.
Sebagai tambahan, untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pertumbuhannya mencapai 27,1% YoY ke angka Rp 281,4 triliun. Realisasi PNBP hingga bulan lalu lantas sudah mencapai 102,2%. Kencangnya kenaikan PNBP tidak lepas dari pertumbuhan pendapatan SDA Migas yang mencapai 53,9% YoY.
(RHG/dru) Add
source on Google