Tukar US$ 100 Juta Lebih ke Rupiah, Siapa Crazy Rich Tahir?

News - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
15 October 2018 10:52
Tukar US$ 100 Juta Lebih ke Rupiah, Siapa Crazy Rich Tahir?
Jakarta, CNBC IndonesiaDato Sri Tahir menjadi pengusaha kelas kakap terbaru yang menyatakan akan menukar ratusan juta dolar AS menjadi Rp 2 triliun rupiah.

Menjadi istimewa karena ratusan juta dolar AS itu berasal dari kantong pribadinya.

[Gambas:Video CNBC]


"Ini uang pribadi, supaya yang lain individual bisa ikut," tegas Tahir, Senin (15/10/2018).

Tahir memang salah satu orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan Forbes, dia berada di peringkat ke-8 di daftar orang terkaya di RI dengan nilai kekayaan mencapai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 51 triliun.

Kekayaan Tahir di antaranya berasal dari kelompok usaha yang dimilikinya yakni Mayapada.

Foto: Tahir (Istimewa)


Mayapada Group memiliki sejumlah lini bisnis seperti perbankan, media cetak, TV berbayar, properti, rumah sakit dan sejumlah usaha lainnya.

Adapun Tahir, yang lahir pada 26 Maret 1952 ini, mendirikan Mayapada Group pada 1986. Selang 4 tahun kemudian atau pada 1990, Bank Mayapada lahir menjadi salah satu bisnis andalannya. Ketika itu, bisnis garmen Mayapada tidak lagi tumbuh, justru bisnis banknya maju pesat.

Saat krisis ekonomi 1998 menghantam negeri, banyak bank pemerintah maupun swasta yang ambruk. Namun di tengah situasi berbahaya seperti itu, Bank Mayapada tetap bertahan, malah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.






Aktivitas perbankan Bank Mayapada tidak lumpuh karena ia tidak mengambil kredit dari bank asing sebesar bank-bank di Indonesia pada waktu itu. Bank Mayapada saat itu masih berfokus pada pengucuran kredit usaha kecil.

Kemudian melalui Rumah Sakit Mayapada, Tahir memelihara keinginannya untuk menjadi dokter. Melalui rumah sakit ini juga Tahir memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi anak dan orang tidak mampu.

Keuletannya berbisnis ini mungkin juga ditempa pengalaman saat masa muda.

Setelah lulus SMA pada 1971, Tahir sepat kuliah namun harus berhenti di tengah jalan karena melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya.




Tetapi, pada usia 20 tahun dia mendapat beasiswa kuliah di Nanyang Technological University, Singapura.

Sambil kuliah Tahir tiap bulan mencari produk di Singapura untuk dijual di Surabaya.

Dia membeli pakaian wanita dan sepeda dari pusat perbelanjaan di Singapura, menjualnya kembali ke Indonesia. Di umur 35 tahun, ia bersekolah kembali lalu menyelesaikan pendidikan keuangan di Golden Gates University, California, Amerika Serikat. (ray/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading