Arouna Diabate pria berusaia 19 tahun sedang bersantai di padang rumput di Bamako, Mali. Ia adalah seorang pengemudi kedelai yang digunakan untuk mengumpulkan sampah dan membantu membersihkan rumah Bamako. (REUTERS / Luc Gnago)
Di ibukota Mali Bamako, gerobak keledai yang dikendarai oleh pria muda seperti Arouna Diabate memainkan peran penting melawan masalah sampah kota yang tumbuh cepat. (REUTERS/Luc Gnago)
Setiap pagi sebelum fajar, Diabate menambatkan keledainya ke kereta dan pergi berkeliling, pergi dari pintu ke pintu untuk mengumpulkan sampah rumah tangga yang dia berikan ke stasiun pemindahan sampah lokal dengan gaji US$35/bulan. (REUTERS/Luc Gnago)
Mali adalah salah satu negara termiskin di dunia dan pemerintah kurang menyediakan layanan publik yang memadai di ibukota. Populasi Bamako lebih dari empat kali lipat dari pertengahan 1970-an hingga 1,8 juta pada 2009, menurut data sensus. (REUTERS/Luc Gnago)
Ledakan populasi telah membuat masalah pembuangan limbah di Bamako lebih akut. "Saya tidak akan mengambil sampah dengan gerobak keledai selama sisa hidup saya, tetapi untuk sekarang orang menghargai kami karena kami membantu membersihkan rumah Bamako," kata Diabate. (REUTERS / Luc Gnago)
Di kota ini kesehatan sangat diabaikan karena tempat pembuangan informal dan kegagalan pemerintah untuk menghilangkan limbah dari stasiun transfer lokal. Sehingga samapah mudah ditemukan di jalan dan ketika hujan turun, air tersumbat. (REUTERS / Luc Gnago)