Suasana kawasan industri di Panipat bagian utara Haryana, India. Panipat adalah perkampungan industri tenun di India yang dulu dikenal sebagai “kota tekstil”. Reuters/Adnan Abidi
Tilak Raj Bathla, 50 tahun, pemilik pabrik tenun, berfoto di bagian tertutup pabriknya, di Panipat di negara bagian utara Haryana, India. Pabrik tenun kecil Bathla adalah satu dari sedikit yang masih bertahan di antara banyaknya usaha kecil yang tutup karena dampak pajak. Reuters/Adnan Abidi
India meluncurkan Pajak Barang dan Jasa (GST) lebih dari setahun yang lalu pada 2017, dan itu merupakan reformasi pajak terbesarnya, yang bertujuan untuk menggantikan lebih dari selusin pungutan federal dan negara bagian dan menyatukan ekonomi yang luas. Reuters/Adnan Abidi
Langkah itu meningkatkan efisiensi ekonomi tetapi berdampak pada perusahaan kecil yang bangkrut dan memaksa ratusan ribu kehilangan pekerjaan. Reuters/Adnan Abidi
Bathla mengatakan, tetangganya kebanyakan dari mereka tidak sekolah, tidak bisa mematuhi pengajuan online bulanan yang diperlukan di bawah rezim GST. Beberapa pelanggan dan pemasoknya tidak mampu menyewa akuntan untuk menavigasi sistem yang telah diubah lebih dari 200 kali. Reuters/Adnan Abidi
Sebuah survei oleh Kongres Serikat Pekerja Seluruh India (AITUC) pada bulan Juli menemukan bahwa seperlima dari 63 juta usaha kecil di India ikut berkontribusi 32% terhadap ekonomi dan mempekerjakan 111 juta orang. Reuters/Adnan Abidi
Tingkat pengangguran India naik menjadi 6,4 persen pada Agustus dari 4,1% pada Juli tahun lalu meskipun ada tambahan 17 juta orang bergabung dengan angkatan kerja. Reuters/Adnan Abidi
Kementerian tenaga kerja India merilis data pekerjaan sekali dalam lima tahun, terakhir melaporkan pengangguran sebesar 5% pada tahun 2015/16 (April-Maret). (Reuters/Adnan Abidi)
Mengutip berita Reuters, lebih dari 50 pekerja dan pemilik pabrik mengatakan lebih dari sepertiga dari 10.000 unit tenun kota telah menutup tau menahan produksi. (Reuters/Adnan Abidi)