Cerita 4 Atlet Jepang, Habis Tanding Lalu Bersanding Sewa PSK

News - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
20 August 2018 18:13
Ini cerita di balik dikeluarkannya 4 atlet Jepang dari Asian Games 2018
JAKARTA, CNBC Indonesia- Ada banyak cara untuk melepas stres dan tegangnya kompetisi, tapi cara yang dilakukan 4 atlet bola basket Jepang ini bikin gempar dan malu negaranya sendiri.

Tanggal 16 Agustus lalu, usai membabat habis tim Qatar dengan skor ketat 82-71 di babak penyisihan bola basket beregu Asian Games 2018 di Jakarta, empat atlet Jepang ini memilih meregangkan otot-otot mereka ke kawasan prostitusi. Habis tanding, mereka ingin buru buru bersanding.




Mungkin saking nafsunya, mereka sampai lupa melepas jaket nasionalnya saat ingin pergi relaksasi saat itu. Alhasil, bukannya nikmat yang didapat malah laknat dan kemarahan seisi tim karena ulah yang dinilai tak bertanggungjawab.

Dikutip dari AFP, begini kronologisnya hingga 4 pemuda yang mewakili nama negara itu bisa terjebak ke lembah dosa dan membuat Japan Olympic Commitee (JOC) meminta mereka untuk segera meninggalkan Indonesia.

Adalah 4 atlet bernama Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura. Menurut cerita Kepala Misi Jepang Asian Games 2018 Yasuhiro Yamashita, keempat pemuda ini tersandung akibat bujukan seorang mucikari.

"Saya hanya dapat merasakan malu," kata kepala misi Jepang di Asian Games 2018, Yasuhiro Yamashita pada wartawan. "Kami sangat meminta maaf dan mulai sekarang kami berniat untuk memberi bimbingan menyeluruh kepada atlet," katanya sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (20/8/2018).

Ia melanjutkan, bermula dari makan malam, empat atlet ini kemudian dibujuk oleh oleh mucikari untuk pergi ke hotel dengan wanita lalu melanjutkan dengan sebuah "aksi", kata Yamashita. Mereka "membayar jasa pelacur", kata Yamashita, menurut kantor berita Jepang Kyodo.

Apesnya, saat mereka jajan di kawasan tersebut dan masih menggunakan jaket tim nasional, eh tak sengaja kelihatan oleh reporter surat kabar Asahi Shimbun yang juga sedang nongkrong di sana.

"Dengan rendah hati, Saya ingin meminta maaf kepada publik Jepang, JOC dan semua orang yang mendukung bola basket atas insiden menyedihkan ini."

"Kami akan memutuskan hukuman yang tepat untuk empat pemain tersebut setelah kami mendengar semua fakta. Kami harus bekerja lebih keras untuk memastikan skandal semacam ini tidak terjadi lagi."

Jepang juga pernah menanggung malu karena atlet renangnya, Naoya Tomita yang diusir dari Asian Games sebelumnya di Incheon, Korea Selatan pada tahun 2014 karena tertangkap dalam video, saat mencuri kamera wartawan.


Sheikh Ahmad al-Fahad al-Sabah, presiden Dewan Olimpiade Asia, badan penyelenggara Olimpiade, mengatakan insiden ini sekaligus jadi peringatan untuk atlet lainnya.

"Saya meminta maaf atas cerita ini tetapi di lapangan olahraga Anda akan mendengar cerita semacam ini di setiap Pertandingan, "kata syekh itu. Ia menyangkan langkah 4 atlet tersebut, karena bagaimanapun atlet adalah cerminan bangsanya saat kompetisi internasional.

"Atlet harus selalu menjadi simbol masyarakat yang baik karena ada generasi besar yang mengikuti mereka," tambahnya. "Pada akhirnya, mewakili negaramu bukan hanya tentang memenangkan medali."

Para pemain mengunjungi pelacur tersebut setelah Jepang mengalahkan Qatar 82-71 untuk naik ke puncak Grup C. Jepang sebelumnya adalah peraih medali perunggu di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Cerita ini bukanlah yang pertama yang timbul dari even olahraga besar maupun internasional, di mana menghadirkan ribuan atlet, pejabat, dan penggemar dari seluruh dunia.

Pada Asian Games 2014, seorang pejabat Iran ditendang keluar karena pelecehan seksual verbal terhadap seorang relawan wanita, dan seorang pemain sepak bola Palestina dituduh meraba-raba seorang pekerja wanita di wisma atlet.


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading