Penduduk desa berlindung di resor kosong sementara di atas bukit untuk sementara di pantai Senggigi, Pulau Lombok, NTB, 8/8/2018. Reuters/Beawiharta.
Gempa, yang menewaskan lebih dari 130 orang dan mendorong ribuan wisatawan untuk pergi, peristiwa ini adalah yang terburuk dalam catatan liburan wisatawan di pulau Lombok. Hanya seminggu sebelumnya gempa lain, berkekuatan 6,4, mengguncang area yang sama, menewaskan 17 orang. Reuters/Beawiharta
Masyarakat Gumantar, sebuah dusun pedesaan yang dikelilingi oleh ladang jagung dan beras, bergantung pada kemurahan hati keluarga dan teman-teman dari seluruh pulau, serta kelompok relawan, untuk memberikan hal-hal penting seperti obat-obatan, beras, mie instan, dan air. Reuters/Beawiharta
Seperti ribuan orang yang tinggal di tanah pertanian dan perbukitan di Lombok utara, mereka berkemah sementara di bawah tenda terpal yang rapuh, mereka takut jika mesti pulang kerumah dan waspada bila gempa susulan dan menimpanya saat tidur di dalam rumah. Meskipun jika cembalo kerumah sudah pasti tidak punya apa-apa. Reuters/ Beawiharta
Pada malam hari, generator portabel menyalakan beberapa bola lampu bersama di antara ratusan evakuasi. Reuters/Beawiharta