Di sebuah ruko di kawasan Buenos Aires, Argentina terdapat sebuat tempat pangkas rambut. Namun di tempat tersebut ada satu hal yang membedakan dengan pangkas rambut pada umumnya. Disana terdapat tukang cukur penyandang disabilitas. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Barber Gabriel Heredia, pria berumur 20 tahun tersebut lahir tanpa tangan dan pemilik sekaligus tukang cukur rambut di sebuah ruko di kawasan Buenos Aires, Argentina. Meskipun memiliki keterbatasan, Gabriel dapat tumbuh bahagia dan mandiri. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Dia juga selalu mendapat dukungan dari teman dan keluarga, tidak pernah merasa didiskriminasikan sama sekali oleh teman-teman sekolahnya. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Ia menjadi tukang cukur rambut, karena terinspirasi dari Ibunya, yang adalah seorang penata rambut juga. Pada usia 14 tahun, ia mulai bekerja sebagai tukang cukur, dan mempelajari semua teknik untuk menyempurnakan potongan rambut dan jenggot. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Meskipun pada awalnya hanya dianggap hobi, Gabriel dengan cepat memutuskan bahwa ini adalah profesi yang dia inginkan setelah ia melihat ibunya ditempat kerjanya. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Keluarganya segera membantunya membuka salon pertamanya. Di sana, ia bertemu Zlatan Gomez, presiden Argentina Corta, sebuah organisasi tukang cukur untuk melakukan pekerjaan amal di lingkungan yang kurang beruntung, dan mengajar penataan rambut bagi mereka yang tertarik. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Gabriel sekarang anggota dari Argentina Corta, yang menawarkan jasanya kepada orang-orang dari segala usia sehingga mereka dapat membangun keterampilan yang mereka butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. (REUTERS/Marcos Brindicci)
Para pengunjung sangat puas dari hasil kerjanya. Gabriel selalu meyakinkan dirinya dan orang lain agar kekurangan yang dimiliki tidak menghalangi apapun demi masa depan. (REUTERS/Marcos Brindicci)