Selain itu pelemahan nilai tukar tukar rupiah mempengaruhi harga jual, salah satu pedagang di Cipadu mengaku kenaikan bisa mencapai 10%.
Penjual merapihkan kain barang dagangannya di Kawasan Cipadu, Tangerang Selatan, Jumat (27/7/2018). Industri tekstil Indonesia kalah bersaing dengan negara lain seperti Vietnam, Bangladesh, dan sesama negara penerima fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) dari Amerika Serikat (AS). CNBC Indonesia/Andrean Kristianto
Hal tersebut dikarenakan akibat mahalnya harga bahan baku yang tersedia di dalam negeri. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto
Menurut ketua Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman, harga bahan baku polyester di Tanah Air 13 persen lebih mahal dari pada harga dari luar negeri. "Kondisi ini mengakibatkan merosotnya daya saing ekspor produk tekstil Indonesia hingga ke hilir," ungkap Ade dalam keterangannya. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto
Selain itu pelemahan nilai tukar tukar rupiah mempengaruhi harga jual, salah satu pedagang di Cipadu mengaku kenaikan bisa mencapai 10%. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto
Kontribusi tekstil dan produk tekstil (TPT) mencapai 6,39 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2017 membuatnya menjadi salah satu industri prioritas. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto