Tambang Emas Terbesar di Dunia yang Kembali ke Ibu Pertiwi

News - Raditya Hanung & Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia 12 July 2018 15:26
Tambang Emas Terbesar di Dunia yang Kembali ke Ibu Pertiwi
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah setengah abad 'dikuasai' Amerika Serikat (AS) melalui Freeport Mc Moran, tambang Grasberg akhirnya bisa kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Distrik Grasberg sendiri memiliki tiga tambang yakni tambang terbuka (open pit) Grasberg, tambang bawah tanah (underground) Deep Ore Zone, dan tambang bawah tanah Big Gossan. Lalu pada September 2015, PT Freeport Indonesia menginisiasi produk pra-komersial tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone.

Cadangan tembaga di tambang Grasberg per 31 Desember 2017 hanya 25,1 miliar pound. Mari sedikit lupakan tembaga. Bagaimana dengan emas?


Satu hal yang membuat Freeport Mc Moran AS "tergila-gila" dengan tambang Grasberg adalah emas. Tambang Grasberg menyimpan 23,2 juta ounce cadangan emas per 31 Desember 2017, jauh lebih melimpah dari cadangan emas di Amerika Utara yang hanya 0,3 juta ounce.

Ini merupakan salah satu tambang dengan cadangan emas terbesar di DUNIA!

Sepanjang 2017, Freeport McMoran menjual 0,98 miliar pound tembaga dan 1,54 juta ounce emas dari tambang Grasberg. Sementara, mereka menjual 1,52 miliar pound tembaga dari Amerika Utara, ditambah 1,23 miliar pound tembaga dari Amerika Selatan.

Dari situ, Freeport McMoran mengeruk pendapatan sebesar US$4,56 miliar (Rp 63,84 triliun) dari tambang Amerika Utara, US$3,69 miliar (Rp51,66 triliun) dari tambang Amerika Selatan, dan US$4,44 miliar (Rp62,16 triliun) dari tambang Grasberg.

Dari situ terlihat bahwa pendapatan dari tambang Grasberg di satu wilayah Papua saja nilai penjualan produknya menyamai pendapatan dari beberapa tambang di masing-masing benua tersebut. Menakjubkan bukan?

"Alhamdulillah." Seperti itulah kata pertama Presiden Joko Widodo ketika memberikan info soal Freeport Indonesia yang akan dikuasai Indonesia lagi. Freeport, kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi setelah setengah abad lamanya.




"Saya telah mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan kita Inalum telah capai kesepakatan awal dengan Freeport pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51% dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah," kata Jokowi di BSD, Kamis (12/7/2018).

Jokowi senang dengan kesepakatan yang akhirnya terjadi. Karena, hampir setengah abad Freeport beroperasi di Indonesia porsi pemerintah di tambang milik perusahaan AS tersebut sangat kecil.

"3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot dan sangat intens sekali," kata Jokowi.


(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading