Mengetat, Inilah Likuiditas Bank Besar di Indonesia

News - Edward Ricardo, CNBC Indonesia
10 July 2018 12:20
Perbankan tanah air sedang dihadapkan pada berbagai masalah. Salah satunya, kenaikan 7-Day Reverse Repo Rate (7-DRRR). Pada Mei-Juni lalu, Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga acuan ini sebanyak 100 basis points (bps).

Kenaikan bunga acuan ini akan memengaruhi bisnis perbankan. 7-DRR akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Padahal pertumbuhan ekonomi sangat mempengaruhi permintaan kredit. Kenaikan 7-DRR mendorong bank menaikkan bunga deposito dan bunga kredit.

Ketika pertumbuhan ekonomi lemah maka permintaan kredit akan melemah. Kenaikan bunga kredit juga akan membuat bank menghadapi kenaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).

Masalah lain, pengelolaan likuiditas. Bila melihat rasio intermediasi perbankan atau loan to deposit ratio (LDR) hampir semua besar papan atas menghadapi likuiditas yang ketat. Rata-rata LDR perbankan sudah mencapai 92%. Artinya, likuiditas yang bisa dikelola perbankan tinggal 8% dari total dana pihak ketiga (DPK).

Berikut ini likuiditas bank-bank besar :
Mengetat, Inilah Likuiditas Bank Besar di Indonesia
Terkait
    spinner loading