Petani memanen ceri kopi arabika di perkebunan dekat Pangalengan, Jawa Barat, Indonesia. Selama beberapa dekade, Indonesia telah menyediakan roaster kopi di seluruh dunia dengan kacang cita rasa khas dan berharga para pecinta kopi Indonesia. Reuters/Darren Whiteside
Namun kini, ketika generasi muda beralih ke kopi dan memiliki ratusan kedai kopi independen dan roaster di seluruh nusantara, konsumsi kacang Indonesia meningkat. Itu berarti lebih sedikit kopi untuk ekspor dan menaikkan harga untuk pembeli asing. Reuters/Darren Whiteside
Biji kopi Sumatera adalah komponen kunci dalam Blend Christmas Starbucks Corp, yang telah dijual selama lebih dari 30 tahun. Produksi Sumatra yang lebih rendah menyebabkan beberapa eksportir menunda dan bahkan gagal dalam pengiriman. Beberapa importir AS membayar lebih banyak untuk mendapatkan pasokan. Reuters/Darren Whiteside
Mengutip Reuters, roasters besar Starbucks dan Keurig Green Mountain Inc adalah pembeli terbesar arabika Sumatera, kata para importir, dan perusahaan-perusahaan kecil tampaknya menghadapi tantangan terbesar dalam memperoleh biji-bijian tersebut. Reuters/Darren Whiteside
Menurut data dari Departemen Pertanian AS (USDA), Ekspor dari negara berkembang kopi merupakan yang terbesar keempat di dunia telah turun sekitar 20 persen selama lima tahun terakhir. (Reuters/Willy Kurniawan)
Konsumsi kopi di Indonesia hampir dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir, karena banyak anak muda Indonesia dipengaruhi oleh kebiasaan minum kopi di negara-negara seperti Australia dan Amerika Serikat dan banyak juga dari mereka pergi belajar untuk usaha dan meracik kopi di Indonesia. (Reuters/Darren Whiteside)