Pemilu Usai, Ekonomi Malaysia Berpotensi Meredup

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
14 May 2018 11:56
Pemilu Usai, Ekonomi Malaysia Berpotensi Meredup
Jakarta, CNBC Indonesia - Laju pertumbuhan ekonomi Malaysia berpeluang mereda, atau tidak secepat pada masa pemilu, setelah hajatan politik nasional itu usai dengan kemenangan mantan Perdana Menteri Mahathir Muhammad ke tampuk pemerintahan.

Bank Investasi Global Morgan Stanley menilai pergantian politik di Negeri Jiran itu tidak mengubah wajah ekonomi Malaysia secara signifikan. Alasannya kebijakan koalisi Pakatan Harapan (PH) dan Barisan Nasional (BN), yang akan menjadi nahkoda baru di Malaysia, relatif sama.

"Secara umum, pertumbuhan jangka pendek terlihat masih dalam laju yang sehat berkat ekspor dan kenaikan harga minyak. Hanya saja, pertumbuhan dalam taraf moderat juga bisa terjadi karena efek pemilihan umum terhadap kenaikan konsumsi akan melemah ke depannya," tutur Zac Su dan Deyi Tan, ekonom Morgan Stanley, dalam laporan risetnya seperti dikutip Senin (14/5/2018).


Beberapa persamaan program di antara menekan biaya hidup, mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, memperkuat pendidikan, dan memberantas korupsi. Perbedaannya, PH berencana menerapkan kembali subsidi BBM untuk motor dan mobil kecil, mengkaji ulang proyek infrastruktur yang sedang berjalan tapi dinilai tidak urgen, mencabut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan menggantinya dengan pajak barang dan jasa yang sebelumya sudah diberlakukan di sana.

Posisi Malaysia sebagai net eksportir minyak membuatnya diuntungkan dari kenaikan harga minyak. Karenanya pemerintah berpeluang mendapatkan tambahan penerimaan negara yang kemungkinan berujung pada kenaikan belanja untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Dalam jangka panjang, Malaysia perlu memperkuat ekonominya yang menurut Morgan Stanley strukturnya masih lemah, seperti terlihat dari penurunan porsi barang manufaktur terhadap ekspor, dan kenaikan pengangguran terdidik.

Morgan Stanley memperkirakan ekonomi Malaysia akan tumbuh 5,6% pada tahun ini, sedikit lebih rendah dari pertumbuhan tahun lalu sebesar 5,9%.


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading